/
/
24 Perusahaan Terlibat, Siapa Selanjutnya Menjadi Tersangka SPK Bodong Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi ?

24 Perusahaan Terlibat, Siapa Selanjutnya Menjadi Tersangka SPK Bodong Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi ?

dinas kesehatan
Uang titipan yang masuk ke Kejaksaan Negeri, Kabupaten Sukabumi berasal dari kasus SPK bodong Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi. Credit: Istimewa.

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Tersangka kasus Surat Perintah Kerja (SPK) bodong Dinas Kesehatan telah ditetapkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi sebanyak tiga orang yang berinisial D, S dan H, Kamis (09/02/2023). Kini para tersangka itu akan menjalani tahan selama 20 hari ke depan.

Beberapa waktu lalu, Kejari Kabupaten Sukabumi, Siju menuturkan kembali menerima uang titipan menyangkut kasus SPK bodong sebanyak Rp 5,7 miliar. Jika ditotalkan uang titipan yang akan dikembalikan ke bank BJB itu sebesar Rp 10 miliar lebih. 

BACA JUGA: Penyidik Kejari Kabupaten Sukabumi Geledah Dua Kantor Pemda, 24 Perusahaan Terlibat SPK Fiktif

“Hari ini telah menerima uang titipan, dalam rangka lanjutan penanganan tindak pidana korupsi. Ditotalkan menjadi 10 miliar 488 juta rupiah,” katanya di Kantor Kejari Kabupaten Sukabumi, Jumat (13/01/2023) silam.

Masih Siju menerangkan uang itu masuk ke Kejari Kabupaten Sukabumi berasal dari 24 perusahaan setelah memeriksa sebanyak 100 orang saksi.

BACA JUGA: 3 Tersangka SPK Fiktif Merupakan Pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Tahun 2016

Dalam jumpa pers penetapan tiga orang tersangka kasus SKP bodong Dinas Kesehatan yang digelar di Aula Kejari pada hari Kamis tanggal 9 Februari 2023, kemarin, Siju disinggung terkait ada penambahan tersangka lain. 

Siju mengaku hingga saat ini masih belum bisa mengungkapkan siapa selanjutnya menjadi tersangka. Pasalnya, sejauh ini belum terdapat pihak yang terbukti kuat ikut serta dalam skandal ini. 

“Kita akan mendalami dari tiga orang tersangka ini, apakah tiga orang ini mengungkapkan atau tidak,” tandasnya.

Syahrul

Redaktur

Syahrul

Redaktur