/
/
3 Tersangka SPK Fiktif Merupakan Pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Tahun 2016

3 Tersangka SPK Fiktif Merupakan Pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Tahun 2016

dinas kesehatan
Harus Al Rasyid tersangka SPK fiktif Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi pada Bantuan Provinsi (Banprov) Tahun Anggaran (TA) 2016. Credit: Istimewa.

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi telah menahan tiga orang tersangka terkait kasus Surat Perintah Kerja (SKP) fiktif Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Kamis (09/02/2023) kemarin. 

Berdasarkan hasil pengembangan, akibat tindak pidana korupsi ini kerugian uang negara bertambah menjadi Rp 37 miliar. 

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Siju menuturkan ketiga tersangka yang berinisial H, S, dan D merupakan pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi pada tahun 2016.

BACA JUGA: Harun Al Rasyid, Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Jadi Tersangka Kasus SPK Bodong

“H, S saat ini masih aktif. Sedangkan D sudah pensiun, mereka merupakan pejabat pemerintah kabupaten sukabumi,” ujarnya kepada awak media saat jumpa pers di Aula Kejari, (09/02/2023) kemarin. 

Siju mengatakan, D adalah staf perencanaan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi yang merangkap menjadi PPK di tahun anggaran 2016. 

Sadangkan SR adalah Kepala Seksi Program dan Perencanaan yang juga merangkap sebagai PPK di Dinas Kabupaten Sukabumi tahun anggaran 2016.

BACA JUGA: Mobil Adu Banteng di Cibadak, 1 Penumpang Luka-luka

Sedangkan H atau Harun Al Rasyid yang kini menjabat Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, pada tahun 2016 di Dinas Kesehatan menjabat sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2LP) juga merangkap sebagai PPK. 

Atas perbuatannya itu ketiga tersangka ini terikat Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 Primer Pasal 2 ayat 1 jo tentang Pemberantasan Korupsi. 

“Ancaman 15 tahun penjara kurungan. Para tersangka akan ditahan selama 20 hari ke depan di Lapas Warungkiara IIB sebagai tahanan kejaksaan,” tandasnya. 

Syahrul

Redaktur

Syahrul

Redaktur