/
/
5 Jenis Parenting yang Harus Dipahami Orang Tua Modern

5 Jenis Parenting yang Harus Dipahami Orang Tua Modern

5 Jenis Parenting yang Harus Dipahami Orang Tua Modern
Ilustrasi Parenting yang sedang dijalankan orang tua kepada sang anak. Credit: Istimewa

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Parenting Style atau Pola Asuh yang dijalankan orang tua merupakan salah satu faktor terbesar yang bisa mempengaruhi tumbuhnya seorang anak. Peran menjadi orang tua memang tidak mudah dijalankan, apalagi bagi pasangan muda. 

Namun, sudah menjadi tugas dan kewajiban untuk orang tua dalam memenuhi kebutuhan dasar anak. Ada tiga kebutuhan dasar anak yang dikatakan oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), yaitu Asah, Asih, Asuh.

Asah adalah kebutuhan stimulasi, asih kebutuhan emosi dan kasih sayang, dan asuh yang merupakan kebutuhan fisik anak. 

Oleh karena itu, untuk para orang tua harus memiliki teknik parenting yang baik dan bisa bekerjasama tanpa mengandalkan salah satu pihak. Berikut ini 4 teknik pola asuh dan dampaknya pada perilaku anak.

1. Authoritarian Parenting (Pola Asuh Otoriter)

BACA JUGA: Parenting, Kata Populer Dalam Dunia Orang Tua Modern

Pada Authoritarian Parenting atau gaya asuh otoriter orang tua ini mengkombinasikan tingginya demandingness/control dan rendahnya acceptance/responsive. Dimana orang tua menerapkan aturan ketat pada anak dan wajib untuk diikuti serta berfokus pada pemikiran bahwa ‘orang tua selalu benar’. Jika tidak dipatuhi ataupun gagal dalam menjalankan aturan, sang anak akan mendapatkan konsekuensi seperti hukuman.

Pola asuh otoriter ini dapat membuat anak tidak percaya diri, sulit dalam membuat keputusan dan mengungkapkan pendapatnya. akibatnya bisa menumbuhkan kepribadian agresif karena melihat contoh karakteristik orang tuanya. Dalam sisi positifnya, si anak akan tumbuh menjadi seorang yang disiplin, tepat waktu, dan menghormati peraturan.

2. Authoritative Parenting (Pola Asuh Otoritatif)

Berbeda dengan Authoritarian Parenting, pola asuh otoritatif lebih berfokus dalam membangun lingkungan yang positif. Seperti adanya keseimbangan permintaan dan negosiasi antara orang tua dan sang anak, lalu dibarengi tingginya respons yang diberikan orang tua terhadap anak. 

Pola asuh ini bisa berdampak sangat positif, menjadikan anak memiliki kepribadian yang disiplin, mandiri dalam mengambil keputusan, memiliki komunikasi yang baik, dan percaya diri. Biasanya, orang tua dengan gaya asuh seperti ini, akan memberikan hadiah sebagai penghargaan dan pujian dalam mendisiplinkan anak.

3. Permissive Parenting ( Pola Asuh Permisif)

Orang tua yang melakukan pola asuh permisif disebut juga sebagai orang tua yang memanjakan dan membiarkan anaknya melakukan apapun yang mereka mau. Permissive Parenting ini jarang mendisiplinkan serta memiliki sedikit tuntutan terhadap anaknya, dan biasanya orang tua dalam pola asuh ini mempunyai slogan ‘namanya juga anak-anak’.

Pola asuh yang membiarkan anaknya melakukan apapun yang diinginkan tanpa adanya batasan ataupun konsekuensi, akan menumbuhkan kebiasan buruk seperti tidak disiplin, dan berperilaku agresif jika keinginannya tidak dipenuhi.

BACA JUGA: Lakukanlah 7 Pola Hidup Sehat ini Agar Hidup Berkualitas

4. Neglectful Parenting (Pola Asuh Apatis)

Neglectful Parenting adalah pola asuh yang dijalankan orang tau dengan gaya apatis atau cuek. Orang tua dalam hal ini minim keterlibatan dalam pola asuh dan cenderung membiarkan anak berkembang dengan sendirinya. Kebutuhan yang diberikan orang tua pada anaknya hanya melingkupi makan, tempat tinggal, dan pakaian. Serta kebutuhan secara psikologis maupun emosional jarang terpenuhi.

Biasanya, penyebab dari pola asuh ini pada umumnya karena kesibukan orang tua dalam keperluan ekonomi, ataupun masalah pribadi orang tua (tindak kriminal, kesehatan mental, dan sebagainya). 

Dampak dari tumbuh dengan pola asuh apatis ini, cenderung anak akan mempunyai karakteristik yang impulsive, kepercayaan diri rendah, dan biasanya dalam dunia akademisnya sangat rendah.

5. Overprotective Parenting (Pola Asuh Posesif)

Berbanding terbalik dengan pola asuh apatis, Overprotective Parenting merupakan pola asuh orang tua yang memiliki kekhawatiran berlebihan terhadap kehidupan anak. Pola asuh ini sama halnya dengan otoriter bahkan bisa lebih, dalam otoriter si anak harus patuh dalam aturan, di pola asuh ini orang tua akan sangat posesif apa yang dilakukan sang anak. Bahkan, hingga merasa cemas dan takut apabila ada hal yang tidak baik terjadi pada anaknya.

Contohnya dalam pola asuh overprotektif ini adalah, orang tua akan memarahi anaknya jika bermain atau bergaul dengan anak tetangga karena takut menjadi nakal, tidak mengizinkan untuk pergi camping, karena ketakutan orang tua bila terjadi hal yang tidak diinginkan. 

Akibatnya membuat sang anak menjadi tidak bebas dan mengalami terlalu banyak larangan yang menghambat aktivitas dan hidup sosial mereka di masa dini terganggu.

Dwiki

Redaktur

Dwiki

Redaktur