/
/
Ajukan Gugatan Soal Hak Paten ‘Open Mic’, Adjis Doaibu: Pembajakan ini Merugikan

Ajukan Gugatan Soal Hak Paten ‘Open Mic’, Adjis Doaibu: Pembajakan ini Merugikan

Komunitas Stand Up Comedy Indonesia, di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat mengajukan gugatan untuk pembatalan merek Open Mic Indonesia. Credit: Twitter/Adjisdoaibu

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Sejumlah komika yang tergabung dalam perkumpulan stand up Indonesia berkumpul di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Kamis (25/8/2022) kemarin. Mereka mendaftarkan gugatan terkait pencabutan merek Open Mic Indonesia yang terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Open Mic merupakan istilah umum yang biasa digunakan oleh komunitas stand up komedi di seluruh dunia. Sangat aneh jika ada orang yang mematenkan merek Open Mic untuk kebutuhan pribadi bukan untuk publik.

Presiden Stand Up Indonesia, Adjis Doaibu menerangkan bahwa, dalam hal ini akan mengganggu dan membatasi para komika berkarya.

“Ini terpaksa kami lakukan karena istilah ‘open mic’ yang jelas-jelas istilah umum dalam dunia hiburan, telah dibajak dan dimonopoli oleh satu pihak saja. Kemudian menyebar somasi melarang pihak-pihak lain menyelenggarakan acara yang bertajuk ‘Open Mic’,” tutur Adjis.

Pandji Pragiwaksono ikut menyampaikan, tak sedikit dari komika maupun pihak lain yang mulai dirugikan. Serta harus membayar ratusan juta hingga 1 miliar.

“Pada praktiknya komika-komika yang kami kagumi, kami sayangi kena, teman saya juga kena (somasi) Rp 1 miliar. Itu teman saya dompetnya gemetaran,” tutur Pandji

“Usaha (damai) sudah pernah dilakukan. Ya, tapi sangat disayangkan saja semuanya,” ungkap Pandji.

Disisi lain, orang yang mematenkan merek Open Mic ke Dirjen HAKI adalah Ramon Papana. Pria yang mengaku sebagai pelopor stand up comedy Indonesia, ini adalah pemilik kafe yang memberi wadah para komika untuk open mic.

Dwiki

Redaktur

Dwiki

Redaktur