/
/
Akhirnya KPK Tangkap Lukas Enembe, Diwarnai Keributan di Mako Brimob Kotaraja

Akhirnya KPK Tangkap Lukas Enembe, Diwarnai Keributan di Mako Brimob Kotaraja

Akhirnya KPK Tangkap Lukas Enembe, Diwarnai Keributan di Mako Brimob Kotaraja
Lukas Enembe Ditangkap KPK, Selasa (10/1/2023). Credit: Istimewa

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

KPK akhirnya menangkap Gubernur Papua Lukas Enembe dan ditahan sementara di Mako Brimob Kotaraja, Jayapura, Papua. Sebelumnya Gubernur Papua tersebut telah dijerat sebagai tersangka oleh KPK pada 5 Januari 2023.

Dilansir dari beberapa sumber, Lukas Enembe diamankan tim penyidik KPK di salah satu rumah makan di Papua. Gubernur Papua itu akan segera diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri membenarkan perihal penangkapan tersebut. “Iya benar (diamankan),” ucap Irjen Mathius D Fakhiri dikutip detikcom.

BACA JUGA: Foto Beredar Gubernur Papua Tengah Bermain Judi di Malaysia, Filipina, dan Singapura

Dalam penangkapan tersebut, Mako Brimob Kotaraja, Papua, sempat diserbu oleh massa para pendukung Lukas Enembe dan melakukan aksi pelemparan. Kejadian ini terjadi lantaran massa pendukung Lukas tidak puas dengan penangkapan yang dilakukan KPK.

 

“Tentunya ada ketidakpuasan karena dibawa ke situ, mereka (para pendukung Lukas Enembe) lempar-lempar. Kondisi saat ini sudah normal. Dan kita mengamankan dua orang yang jadi provokator,” kata Irjen Mathius D Fakhiri.

Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK lantaran diduga telah menerima suap dan gratifikasi senilai miliaran rupiah. Dengan kasus tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan hadiah atau janji pembangunan infrastruktur di Papua. Sebelumnya ia belum ditahan oleh KPK, karena mangkir saat dipanggil penyidik dengan alasan kesehatan.

BACA JUGA: Akibat Terkena Lato-lato, Ketua KPAI Kabupaten Sukabumi Menyayangkan Bocah Cicurug Bibirnya Dijahit

Beberapa hari lalu, KPK baru saja menahan tersangka lainnya yaitu Direktur PT Tabi Bangun Papua (TBP) Rijatono Lakka. Ia mendapatkan tiga proyek dalam kasus dugaan korupsi tersebut, yakni:

  1. Proyek multiyears peningkatan jalan Entrop-Hamadi dengan nilai proyek Rp 14,8 miliar.
  2. Proyek multiyears rehab sarana dan prasarana penunjang PAUD integrasi dengan nilai proyek Rp 13,3 miliar.
  3. Proyek multiyears penataan lingkungan venue menembak outdoor AURI dengan nilai proyek Rp 12,9 miliar.

Dwiki

Redaktur

Dwiki

Redaktur