/
/
Akibat Investasi Bodong, Mojang Sukabumi Tahun 2018 Rugi Rp 400 Juta

Akibat Investasi Bodong, Mojang Sukabumi Tahun 2018 Rugi Rp 400 Juta

investasi bodong
Anggung Primna (kiri) bersama Latifah Nurul Insani (kanan) menujukan bukti perjanjian dengan terguda pelaku investasi bodong. Credit: Istimewa.

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Polres Sukabumi terima laporan terkait dugaan investasi bodong yang ditaksir merugikan hampir Rp 6 miliar. Pelaporan tersebut dilakukan oleh sekitar 10 orang korban terdiri dari ibu-ibu muda dan salah seorang disk jockey (DJ) yang juga merupakan mantan Mojang Sukabumi tahun 2018, Anggun Prima (21 tahun). 

Anggun yang diketahui merupakan warga asal Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi mengatakan kerugian dirinya atas investasi bodong yang diikutinya ini mencapai Rp 400 juta. Awalnya ia tergiur mengikuti investasi tersebut setelah terduga pelaku mempresentasikan konsep bisnis jualan online tekstil kepadanya dengan membawa beberapa dokumen kerjasama dengan toko-toko tekstil. 

“Kita percaya karena sering diberikan lihat kontrak dengan toko sampai bukti-bukti perjanjian dengan toko lainnya juga diperlihatkan dan kuatitinya pun banyak. Terus dikasih lihat juga sertifikat penghargaan link toko onlinenya, ya kita percaya. Apalagi istrinya saudara kita,” katanya kepada awak media di Mapolres Sukabumi, Sabtu (25/02/2023) lalu. 

BACA JUGA : 2.500 Buruh PT Muara Tunggal Ikut Koperasi Karyawan, Pekerja Sadar Efektivitas Ekonomi

Anggun menerangkan, terduga pelaku menjanjikan kepadanya mendapatkan keuntungan mulai dari 15 hingga 20 persen dari jumlah uang yang diinvestasikan. Ia melaporkan dengan menyerahkan bukti seperti tangkapan layar chat, bukti transfer dan surat perjanjian investasi usaha. 

“Kita sekarang datang ke sini sekitar 10 orang, tadi saya dengar-dengar kalau ditotalkan kerugian mencapai Rp 6 miliar. Saya melaporkan ini ke polisi karena tidak ada itikad baik dari mereka,” terangnya. 

BACA JUGA : Karya Brillian The Beatles Mampu Bertahan dalam Perkembangan Musik

Sementara itu korban lainnya, Latifah Nurul Insani (24 tahun) mengungkapkan ketertarikannya mengikuti investasi ini karena tergiur keuntungan yang besar dalam jangka waktu 15 hari. Ia mulai mencurigai gelagat pelaku yang tidak memberikan persenan kepadanya dari bulan Agustus 2022 hingga sekarang.

“Harusnya setiap 15 hari saya mendapatkan keuntungan dari investasi ini.  Sempat terima keuntungan karena saya ikut dari bulan Februari 2022. Kerugian saya Rp 800 juta,” tandasnya.

Bungsu/ CRP

Kontributor

Syahrul

Redaktur

Bungsu/ CRP

Kontributor

Syahrul

Redaktur