/
/
Akibat Terkena Lato-lato, Ketua KPAI Kabupaten Sukabumi Menyayangkan Bocah Cicurug Bibirnya Dijahit

Akibat Terkena Lato-lato, Ketua KPAI Kabupaten Sukabumi Menyayangkan Bocah Cicurug Bibirnya Dijahit

Ilustrasi pemainan Lato-lato. Credit: Shutterstock

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Nasib sial dialami seorang perempuan berinisial AG (5 tahun) warga Kampung Tenjolaya, RT04/05, Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Ia harus dibawa ke rumah sakit akibat luka robek di bibir bagian bawah setelah terkena lato-lato pada Senin, (9/1/2023) kemarin.

Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Cisaat, Siti Jamilah  menerangkan, pada saat kejadian korban tengah menyaksikan teman-temannya sedang bermain lato-lato sekitar pukul 15.30 WIB. Akibat tidak fokus dan sambil bercanda, tidak sengaja lato-lato terpental mengenai bibir korban. 

“Memang saat itu korban tidak main, hanya melihat temannya saja. Namun temannya itu bermainnya sambil bercanda dan saling dorong, lato-lato mereka tidak stabil dan berbenturan satu sama lain, sampai akhirnya bolanya melukai bibir korban,” tuturnya

BACA JUGA : Lato-lato Dilarang di Lampung, Bupati Sukabumi akan Cek Seberapa Bahaya

Orang tuanya yang saat itu berada di lokasi kejadian langsung membawa korban ke klinik terdekat namun tidak menyanggupi, sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Bhakti Medicare.

“Kondisi luka robek, itu alasan klinik tidak menyanggupi. Jadi dibawa ke Medicare, karena lukanya harus dijahit,” terangnya. 

Kekinian korban sudah kembali beristirahat di rumahnya, namun ia masih harus tetap kontrol bekas jahitan ke rumah sakit tersebut. 

Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) daerah Kabupaten Sukabumi, Imam Noeril menyayangkan adanya kejadian tersebut. Seharusnya permainan yang saat ini tengah digandrungi oleh anak-anak atau orang dewasa itu menyenangkan, bukan malah menjadi malapetaka.

“KPAI dalam hal ini sangat menyayangkan adanya kejadian korban dari permainan yang sangat viral ini di kalangan anak sampai dewasa,” terangnya saat dihubungi oleh segimedia.id, Selasa (10/1/2023).

Ia mengklaim terjadinya kecelakaan itu akibat kelalaian orang tua dalam pengawasan terhadap anaknya di lingkungan rumah. Atas kejadian tersebut, ia berharap jadi pembelajaran untuk orang tua lainnya dan juga para guru ketika mengajar muridnya di sekolah.

BACA JUGA : Seorang Pelaku Ganjal ATM di Bogor Tertangkap Saat Beraksi, Pake Sabuk Jimat

“Itu terjadi mungkin karena kelalaian orang tua dirumah atau di lingkungan maupun di sekolah pengawasan dari guru gurunya. kami berharap dan menghimbau pengawasan dari setiap orang tua harus diperhatikan. Begitupun di area sekolah pengawasan dari para guru,” katanya

Dengan meningkatkan pengawasan terhadap  anak ketiak memainkan lato-lato diyakini tidak lagi menimbulkan korban akibat terkena lato-lato. 

“Sehingga tidak terjadi lagi korban korban lain dari permainan ini. Saya kira ini tanggung jawab kita semua dalam pengawasan anak. Tinggal bersama-sama pengawasan dari masyarakat, pemerintahan, stakeholder lainnya memberikan himbauan aturan yang ketat dalam permainan ini,” tandasnya

Ardi

Reporter

Syahrul

Redaktur

Ardi

Reporter

Syahrul

Redaktur