/
/
Aksi Pembakaran Al-Qur’an Kembali Terjadi saat Demonstrasi Anti-Turki di Swedia

Aksi Pembakaran Al-Qur’an Kembali Terjadi saat Demonstrasi Anti-Turki di Swedia

Aksi Pembakaran Al-Qur'an Kembali Terjadi saat Demonstrasi Anti-Turki di Swedia
Aksi pembakaran Al-Qur'an oleh demonstrasi anti-Turki di Swedia. Credit: Istimewa

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Aksi pembakaran Al-Qur’an saat demonstrasi kembali terjadi. Kali ini, aksi tersebut terlihat pada saat demonstrasi anti-Turki dan tolak Swedia untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada 21 Januari 2023, di Stockholm, Swedia.

Aksi yang lantas menuai banyak kecaman dari berbagai pihak tersebut, meningkatkan ketegangan antara Swedia dengan Turki. Dan juga membutuhkan dukungan Ankara (Ibukota Turki) untuk masuk ke dalam aliansi militer. Tidak hanya itu, Kementerian Luar Negeri RI dalam akun Twitter resminya memberikan respon dan pernyataan yang tegas.

“Indonesia (dalam hal ini) mengutuk keras aksi pembakaran kitab suci Al-Qur’an oleh Rasmus Paludan, politisi Swedia, di Stockholm,” Tweet akun @Kemlu_RI (21/1)

BACA JUGA: Kurang dari 24 Jam Polsek Parakansalak Amankan Pelaku Begal

Kemudian, Kemenlu menegaskan bahwa dalam melakukan kebebasan berekspresi tidak bisa dieksploitasi dan juga kebebasan itu harus digunakan secara bertanggung jawab.

“Aksi penistaan kitab suci ini telah melukai dan menodai toleransi umat beragama. Kebebasan ekspresi harus dilakukan secara bertanggung jawab,” tegas Kemenlu dalam akun twitternya.

Diketahui, aksi pembakaran Al-Qur’an tersebut dilakukan oleh Rasmus Paludan, merupakan pemimpin partai politik sayap kanan Denmark Garis Keras yang juga berkewarganegaraan Swedia. Di masa lalu Paludan pernah melakukan aksi membakar Al-Qur’an saat menggelar sejumlah demonstrasi.

Dilansir dari detik.com, Paludan tidak dapat dihubungi melalui surat elektronik maupun email untuk dimintai komentarnya dalam aksi tersebut. Namun, dalam izin polisi yang diperoleh Paludan, ia melakukan protesnya terhadap islam. Dan yang menjadi benang merah adalah upaya Presiden Turki Tayyip Erdogan untuk mempengaruhi kebebasan berekspresi di Swedia.

BACA JUGA: Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Minta Amdal Lalin Pabrik Garment di Cidahu Dikaji Ulang

Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson ikut mengecam aksi pembakaran Al Quran yang terjadi di Stockholm. Ia menyatakan aksi membakar kitab suci umat muslim tersebut merupakan tindakan yang sangat tidak sopan.

“Kebebasan berekspresi adalah bagian mendasar dari demokrasi. Tapi itu (yang legal) belum tentu sesuai. Membakar buku yang suci bagi banyak orang adalah tindakan yang sangat tidak sopan,” ujar Ulf Kristersson, dilansir dari AFP, Senin (23/1/2023).

Ulf Kristersson mengungkapkan simpatinya terhadap semua umat muslim yang tersinggung setelah terjadinya aksi pembakaran kitab suci dalam demonstrasi anti-Turki dan penolakan Swedia untuk bergabung dengan NATO.

“Saya ingin mengungkapkan simpati untuk semua muslim yang tersinggung dengan apa yang terjadi di Stockholm hari ini,” tambahnya.

Dwiki

Redaktur

Dwiki

Redaktur