/
/
Aktivitas Pembangunan Perumahan di Parungkuda Picu Likuifaksi Tanah, Sebuah Pabrik Terancam Longsor

Aktivitas Pembangunan Perumahan di Parungkuda Picu Likuifaksi Tanah, Sebuah Pabrik Terancam Longsor

Lokasi pembangunan perumahan yang mengancam terjadinya longsor pada PT PDP di Parungkuda. Credit: Istimewa

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Pembangunan perumahan di Parungkuda, Kabupaten Sukabumi memicu tanah disekitarnya mengalami likuifaksi. Hal itu bisa berdampak terjadinya longsor pada sebuah bangunan pabrik yang berada tak jauh di lokasi pembangunan tersebut. 

Perwakilan Manajemen PT Primadaya Plastisindo (PDP), Firman menerangkan berdasarkan hasil asesmen pihaknya telah terjadi pengikisan tanah hingga 90 derajat akibat pembangunan proyek perumahan tersebut.

“Bangunan pabrik awalnya berada di bukit yang datar. Namun kondisi itu berubah setelah adanya pembangunan perumahaan itu, khawatir terjadinya longsor akibat pembangunan itu,” terangnya kepada segimedia.id, Kamis (26/01/2023). 

BACA JUGA: Pengerjaan Jembatan Cicewol akan Dilakukan Bulan Maret, Deni Gunawan Minta Masyarakat Bersabar

Perumahan tersebut berada di bawah bukit dimana bangunan PT PDP berdiri. Masih Firman menuturkan, PT Graha Persada Matra (GPM) mengikis tebing tersebut untuk akses jalan perumahan. 

“Mereka melakukan itu tidak ada sosialisasi terlebih dulu ke kami. Kami pun memberikan surat teguran pada pihak perusahaan itu. Dan surat itu diterima perwakilan direksi PT GPM, kami juga minta bukti tanda terima surat tersebut,” katanya.

Tindak lanjut dari surat tersebut, pihaknya mengikuti pertemuan pada tanggal 2 Desember 2021  yang dihadiri oleh PT GPM. Selain duduk bareng membahas masalah itu, PT GMP dan PT DPD turun ke lokasi melakukan peninjauan demi mendapatkan langkah strategis. 

“Kemudian tanggal 9 Desember 2021 kami bersurat meminta untuk dibuatkan turap pada tebing itu. Hal itu kami berikan berdasarkan hasil peninjauan yang dilakukan saat pertemuan tanggal 2 Desember 2021,” ucapnya. 

Melalui PT Atlas Internasional Indonesia pengerjaan pembangunan turap itu dilakukan namun tidak sesuai dengan yang diharapkan PT PDP.

“Seharusnya tebing itu tertutup secara keseluruhan oleh turap itu. Jadi kami nyatakan belum selesai. Karena ada ketidaksepahaman kami bersurat Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang terkait untuk mengkaji teknis pembangunan itu,” terangnya. 

Kemudian Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Sukabumi akan menjadi kreator untuk mengkaji teknis pembangunan turap tersebut. Pemberian wewenang pengkajian ini, setelah pertemuan yang digelar di Dinas Penanaman modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

BACA JUGA: DPRD Minta Amdal Lalinnya Dikaji Ulang, Ini Penjelasan PT Cipta Dwi Busana Cidahu

“DPMPTSP bersama dengan Dinas Perkim melakukan cek lapangan. Mereka menyampaikan bahwa harus dilakukan uji tanah seperti CBR, Kelekatan benturan tanah, dan sondor,” katanya

Namun hingga saat ini permasalahan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh pihak manapun. Ia hanya meminta kepada pihak terkait untuk melakukan pengujian secara independen. 

Sejak berita ini ditayangkan segimedia.id sudah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan pembangunan perumahan Green Emerald. Namun salah satu staff PT GPM mengatakan direksi sedang tidak ada di tempat. 

Bungsu/ CRP

Kontributor

Syahrul

Redaktur

Bungsu/ CRP

Kontributor

Syahrul

Redaktur