/
/
Akun Twitter Bagikan Kisah Pilu Temannya Meninggal Saat Kerja Pulang Pergi Jakarta-Sukabumi

Akun Twitter Bagikan Kisah Pilu Temannya Meninggal Saat Kerja Pulang Pergi Jakarta-Sukabumi

Ilustrasi pekerja. Credit: Pinterest

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Akun twitter yang bernama @hydoni menceritakan kisah pilu tentang temannya yang bekerja kantoran di Jakarta. 

Ia tidak menceritakan nama dibalik peristiwa yang terjadi 2 tahun lalu itu.  Namun setiap hari orang tersebut harus menempuh jarak 110,9 kilometer. 

Bersiap berangkat dari Sukabumi menggunakan motor ke stasiun Bogor dini hari, kemudian perjalanan di lanjut lagi menuju kantor menggunakan Commuter Line. 

“2 tahun lalu ada temen kantor yang gajinya pas UMR Jakarta. commuting PP dari Sukabumi ke Jakarta,” terang akun twitter @hydoni.

Selesai bekerja, orang tersebut kembali melanjutkan perjalanan balik ke Sukabumi dengan metode yang sama dan tiba di rumah pukul 22.00 WIB malam. 

BACA JUGA: Tarif KRL Bakal Naik Awal Tahun Depan 2023

“Bangun jam 3 subuh, sampe rumah jam 10 malam,” ucapnya. 

Masih @hydoni, namun teman yang ia sebutkan itu kini sudah meninggal dunia karena mengalami kecelakaan saat berangkat kerja. 

“Sekarang sudah meninggal karena kecelakaan pas berangkat kerja,” cuitnya. 

Tangkapan layak yang diposting salah satu akun twitter itu kini sudah mendapatkan 41 komentar. 

Salah satunya akun twitter bernama @didindinggs. Ia angkat topi dengan kerja keras yang dilakukan oleh orang tersebut. 

BACA JUGA: Dilarang Bepergian, Calon Penumpang Pecahkan Loket Pembayaran Stasiun Sukabumi

“Tanah banding. Ku gawe na wungkul ge geus cape, ditambah perjalanan jauh, uyuhan,” katanya. 

Menurut akun twitter @bragaatre cerita tersebut adalah gambaran dampak dari kurangnya fasilitas transportasi memadai yang bisa mengakses ibu kota. Ia berharap dengan beroperasi double track menjadi pertimbangan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mengoperasikan KRL hingga stasiun Cicurug bahkan Sukabumi Kota.

“Setelah baca reply, ternyata Sukabumi teh darurat transportasi publik massal yang memadai, padahal KRL mun nyampe cicurug weh (syukur2 mun nyampe kota) udah pasti membantu banget, lah eta KRL ka Serang wae nepi,” tandasnya.

Ardi

Reporter

Syahrul

Redaktur

Ardi

Reporter

Syahrul

Redaktur