/
/
Temuan Miras di Kantor Setda Kabupaten Sukabumi, Bupati Sukabumi Minta Satpol PP Usut

Temuan Miras di Kantor Setda Kabupaten Sukabumi, Bupati Sukabumi Minta Satpol PP Usut

Tangkapan layar dari video temuan botol miras di Kantor Setda Kabupaten Sukabumi. Credit: Istimewa.

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Botol miras bermerek Ginseng Intisari ditemukan di Kantor Setda Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu. Hal itu langsung menjadi perhatian Bupati Sukabumi Marwan Hamami yang menunjuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengusut temuan botol miras tersebut.

Menurutnya jika temuan tersebut dibiarkan dan ternyata yang membawa miras itu Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa berdampak pada kinerja Setda hingga merugikan pekerja itu sendiri.

“Tapi apa iya sih seorang PNS atau honorer wani mawa miras ke lingkungan pekerjaannya, itu bunuh diri namanya, logikanya seperti itu. Soal miras kita sudah memerintahkan, ” ujar Marwan Hamami, Selasa (24/1/2023). 

BACA JUGA: Janji Politik Kepala Desa Kutajaya akan Renovasi Jalan Ditagih Warga

Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Sukabumi Dody Rukman Meidianto menyatakan telah menerima perintah Bupati Sukabumi untuk mengusut dari mana datangnya miras tersebut. Ia juga menegaskan perintah itu sudah menjadi bagian dari tugasnya. 

“Kami akan langsung bertindak, percayakan kepada kami untuk menyelidiki asal-usul botol miras dan siapa yang membawa atau menggunakannya. Memang urusan miras di kabupaten Sukabumi menjadi urusan kami,” ucap Dody. 

BACA JUGA:  Vaksinasi Booster Kedua Dibuka, Datang Langsung ke Fasilitas Kesehatan Tanpa Pendaftaran

Ia menilai dengan adanya temuan tersebut menjadi catatan penting petugas keamanan di lingkungan Kantor Setda Kabupaten Sukabumi. Sebab akses menuju ke Setda itu dibawah pengawasannya. 

“Tolol bener menghina Setda, di situ kantor pejabat masa bawa-bawa minuman beralkohol ke sana. Tetapi secara kedinasan kami tetap akan melaksanakan penyelidikan masalah ini, karena sudah ramai, dan kami tidak mau kalau memang itu pegawai atau ASN,” tutupnya

Sebelumnya beredar sebuah video memperlihatkan botol miras berjenis intisari tersimpan di bawah meja. Pada saat itu beberapa orang yang sedang melakukan pertemuan di ruangan Kesbangpol menendang botol itu. Sontak saja video itu tersebar di beberapa grup whatsapp hingga akhirnya mendapat penanganan serius pemerintah daerah.

Bungsu/ CRP

Kontributor

Syahrul

Redaktur

Bungsu/ CRP

Kontributor

Syahrul

Redaktur