/
/
Cerita Dukun Dihukum Mati Tahun 1997, Jalankan Wangsit Bunuh 70 Perempuan Demi Kesaktian

Cerita Dukun Dihukum Mati Tahun 1997, Jalankan Wangsit Bunuh 70 Perempuan Demi Kesaktian

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa kesaktian bisa didapatkan melalui ritual-ritual khusus. Seperti memberikan sesajen di salah satu tempat yang disakralkan atau hanya komat-kamit diiringi bakaran menyan.

Namun ritual berbeda yang dipraktekan Ahmad Suraji. Untuk mencapai kesaktian tertingginya ia harus membunuh.

Ahmad Suraji mulai tertarik dalam dunia dukun sejak ia berusia 12 tahun setelah membaca buku-buku peninggalan ayahnya.

Semasa kecilnya Ahmad Suraji sempat dijuluki “Nasib Kelewang”. Julukan tersebut datang ketika ia jatuh ke dalam sumur dan berhasil selamat.

Untuk menghidupi keluarganya, ia hanya menangani jasa seperti pasang susuk dan pengobatan orang sakit. Setelah ayahnya datang ke dalam mimpinya ia semakin yakin dan mendalami ilmu dukun.

Suraji semakin yakin atas ucapan ayahnya dalam mimpi tersebut yang berkata dirinya bisa jadi orang sakti dan menebar “kebaikan” namun harus membunuh 70 perempuan.

Demi mendapatkan apa yang dikatakan ayahnya, ia pun mulai mencari korban. Seperti yang dikutip dari akun twitter @eradotid, korbannyan itu adalah pasien-pasiennya.

Pasien perempuan yang datang untuk berkonsultasi kepadanya dibuat tak berdaya dengan mengikat kaki dan tangannya. Kemudian korban ditutup pernapasannya hingga dicekik. Setelah tak bernyawa korban ditelanjangi Suraji dan selanjutnya dikebumikan.

Rata-rata perempuan yang menjadi korbannya itu berumur 13 sampai 27 tahun, dan dimakamkan di ladang tebu Kawasan Dusun Aman Damai.

Pada tahun 1997 seseorang melihat mayat tanpa busana di ladang tersebut. Kemudian polisi pun mengusutnya atas keterangan warga sekitar yang sempat mengantarkan perempuan bernama Dewi ke tempat Suraji namun tak kunjung kembali.

Semenjak itu banyak keluarga yang melaporkan anggota keluarganya hilang dengan posisi terakhir di tempat dukun ini.

Menurut Polisi berdasarkan pengakuan Suraji, ia telah membunuh sebanyak 42 perempuan dalam kurun waktu 8 tahun. Akibat perlakuannya yang keji itu Suraji dijatuhi hukuman mati.

Warga Desa Sei Semayang, Deli Serdang tempat dimana Ahmad Suraji dibesarkan menolak mayat dukun itu dimakamkan di desa tersebut.

No data was found
No data was found