/
/
Cicurug-Bogor, Jalur Kereta Api Pertama Pemerintah Hindia Belanda di Tanah Priangan

Cicurug-Bogor, Jalur Kereta Api Pertama Pemerintah Hindia Belanda di Tanah Priangan

Statsiun Cicurug zaman dulu. Credit: Istimewa

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Cicurug memasuki era pertumbuhan ekonomi setelah terbangunnya Gedung Kewedanaan pada abad ke-18 hingga ke-19. 

Gedung tersebut menandakan bahwa Distrik Tjitjoeroeg  memiliki potensi besar dalam segi perkebunan pada saat itu. Para kompeni secara bergiliran datang dengan dalih melihat keunggulan perkebunan di wilayah itu untuk mengembangkan bisnis mereka. 

Pemerintah Hindia Belanda paham betul. Mereka menjual-belikan dan memasarkan lahan perkebunan yang kini meliputi Cicurug, Cidahu, Parungkuda, Parakansalak dan Kalapanunggal karena keunggulannya.

BACA JUGA: Cerita Biara Zaman Hindia Belanda di Cicurug Dijadikan Proyek Ayam

Geliat ekonomi yang dilakukan Pemerintah Hindia Belanda dimulai dengan pembangunan jalur rel kereta api Jakarta-Bandung pada tahun 1881. Jalur ini digagas untuk menghubungkan kedua wilayah tersebut demi mempermudah distribusi hasil pertanian Priangan termasuk Cicurug. 

Pembangunan ini dilakukan bertahap dengan dibagi beberapa seksi. Seksi pertama pembangunan ini mulai dari Bogor menuju Cicurug dengan jarak 58 kilometer. 

Perusahaan terkemuka bernama Staatsspoorwegen memotori pembangunan jalur rel kereta api ini. Orang pertama yang menjabat perusahaan tersebut adalah David Maarschalk

BACA JUGA: Pemerintah Hindia Belanda Membentuk Cicurug Dipaksa oleh Hasil Perkebunan

Pada tahun 5 Oktober 1881 Stasiun Cicurug diberi nama treinstation van Tjitjoeroeg bij Soekaboemi dan boleh digunakan untuk umum walaupun belum sepenuhnya selesai. Selesai secara total dua bulan kemudian setelah stasiun setelah stasiun tersebut beroperasi.

Dengan berdiri Stasiun Cicurug mulai banyak Kompeni yang memilih wilayah ini menjadi pemukiman mereka. Selain udara sejuk, pemandangan di wilayah ini menjadi alasan mereka memutuskan tinggal di Distrik Cicurug.   

Syahrul

Redaktur

Syahrul

Redaktur