/
/
Cimelati Dibangun Tahun 1901, Jadi Kolam Renang Elit Bangsa Eropa

Cimelati Dibangun Tahun 1901, Jadi Kolam Renang Elit Bangsa Eropa

Bangsa Eropa menikmati suasana alam di Cimelati. Credit: Istimewa

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Datangnya Kompeni ke Distrik Cicurug berdampak banyak pada tata ruang, pembangunan ekonomi bahkan infrastruktur.

Hal itu tidak bisa dilepaskan sebagai asal-muasal kondisi Kecamatan Cicurug seperti sekarang ini. 

Berbekal literasi atau pengetahuan yang lebih soal analisa potensi di sebuah tempat, Belanda mampu mengembangkan beberapa sektor perekonomian di Kecamatan Cicurug, seperti hal segi pertanian dan wisata. 

Sektor pertanian di distrik sudah tidak usah dibicarakan lagi, kini semua orang tahu betapa besarnya sektor tersebut pada saat itu. Bahkan sejarah pertanian di Distrik Cicurug masuk dalam sejarah perkebunan priangan. 

BACA JUGA: Pria Tunawisma Ditemukan Tewas Di Cicurug, Dokter: Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan

Mereka paham betul betapa menjualnya kondisi alam Kecamatan Cicurug yang diselimuti iklim tropis dan diapit oleh dua gunung indah ialah Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak. 

Hal itu kemungkinan bisa menjadi alasan pertimbangan Belanda membangun tempat rekreasi Cimelati.  Kolam Renang yang dulunya dieja Tjimelati mulai dibangun pada tahun 1901. Tempat refreshing ini menjadi tempat pemandian tertua yang berada di Indonesia. 

Dulu Pemerintah Hindia Belanda membangun tempat tersebut dengan sumber air mengalir langsung dari Gunung Salak. Alhasil, air kolam renang itu sangat segar tidak berbau zat kimia dan memiliki PH standar. 

BACA JUGA: Upah Minimum Provinsi 2023 Enam Provinsi di Pulau Jawa Resmi Ditetapkan, DKI Jakarta Paling Rendah

Dengan spesifikasi air yang jernih dan segar, menjadi daya tarik tersendiri tempat tersebut. Para Seminari dari Biara yang kini bangunannya sudah dihancurkan menjadi proyek ayam seringkali mengunjunginya. 

Setiap hari Kamis pagi warga pribumi kerap melihat para Belanda berjalan kaki menuju kolam renang Cimelati.  Dari situ, kolam renang ini mulai diminati wisatawan Eropa, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun bahkan dari negara Jerman. 

Keelokan kolam renang Cimelati mampun mengalihkan perhatian Presiden Indonesia pertama, Ir Soekarno. Ia datang ingin menyaksikan langsung kolam renang yang airnya berasal langsung dari Gunung Salak. 

Syahrul

Redaktur

Syahrul

Redaktur