/
/
Cukai Rokok Resmi Naik 10 Persen, Kemenkeu: Untuk Penurunan Prevalensi Merokok Pada Anak

Cukai Rokok Resmi Naik 10 Persen, Kemenkeu: Untuk Penurunan Prevalensi Merokok Pada Anak

Cukai Rokok Resmi Naik 10 Persen, Kemenkeu- Untuk Penurunan Prevalensi Merokok Pada Anak
Ilustrasi cukai rokok. Credit: Istimewa

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Tarif cukai rokok atau cukai hasil tembakau (CHT) resmi dinaikkan oleh pemerintah sebesar 10 persen. Kenaikan ini bakal berlaku per tanggal 1 Januari 2023 mendatang. 

Namun, kenaikan cukai rokok sebesar 10 persen tersebut bukan hanya untuk tahun 2023 saja, ini berlaku juga untuk berikutnya yakni tahun 2024. Dalam hal ini pemerintah melalui kementerian keuangan telah membuat kebijakan serta dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 191/PMK.010/2022 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 192/PMK.010/2021 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau Berupa Sigaret, Cerutu, Rokok Daun Atau Klobot, Dan Tembakau Iris. 

Kebijakan yang tertuang tersebut adalah untuk mengatur batasan harga jual eceran dan tarif cukai rokok. Surat Peraturan Menteri Keuangan telah ditandatangani oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 14 Desember 2022 dan sudah diundangkan pada 15 Desember 2022.

sri mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/11/2022). Credit: ANTARA

BACA JUGA: Riset: Rehat Sejenak dari Dunia Media Sosial, Sama dengan Healing

“Tarif cukai dan batasan minimum Harga Jual Eceran (HJE) yang baru, mulai berlaku sejak 1 Januari 2023 dengan pengaturan lebih lanjut melalui Peraturan Menteri Keuangan,” tulis Kemenkeu dalam keterangan resminya, Senin (19/12/2022).

Dalam penetapan kebijakan penyesuaian tarif cukai rokok tersebut, pemerintah menyatakan telah mempertimbangkan dari segala aspek yaitu aspek ekonomi, ketenagakerjaan, keberlanjutan industri rokok, dan yang ramai sekarang adalah upaya pengendalian peredaran rokok ilegal.

anak merokok
Ilustrasi anak dibawah umur merokok. Credit: Istimewa

Tidak hanya itu, kenaikan tarif cukai rokok adalah bentuk komitmen yang sejalan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024, di mana dalam hal ini pihak pemerintah menargetkan untuk penurunan prevalensi (tingkat penyebaran) merokok khususnya pada usia 10-18 tahun sebesar 8,7 persen di tahun 2024.

BACA JUGA: Tarif KRL Bakal Naik Awal Tahun Depan 2023

“Kenaikan tarif cukai sigaret (rokok) rata-rata sebesar 10 persen pada tahun 2023 hingga 2024. Hal ini dilakukan untuk mendukung target penurunan prevalensi merokok anak,” tegas Kemenkeu.

Maka dari itu, dengan penurunan prevalensi merokok anak di bawah umur akan berdampak positif. Tidak hanya dari sisi aspek anggaran kesehatan, hal ini akan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Disisi lain, kenaikan tarif cukai rokok sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk penguatan produktivitas nasional guna mencapai visi Indonesia Maju 2045.

Dwiki

Redaktur

Dwiki

Redaktur