/
/
Pejuang Desa Benda dan Sekolah Rayat Pertama yang Didirikan Hindia Belanda

Pejuang Desa Benda dan Sekolah Rayat Pertama yang Didirikan Hindia Belanda

Sekolah Rakyat di Benda, Cicurug. Credit: Istimewa

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Desa Benda adalah sebuah wilayah yang berada di Kecamatan Cicurug. Keberadaannya tak bisa terlepas dari pembentukan Kecamatan Cicurug seperti sekarang ini.

Dalam beberapa penelusuran, terdapat dua versi tersematnya nama “Benda” pada desa tersebut. 

Masyarakat yang berada di desa tersebut seringkali terlibat pertikaian dengan Belanda. Sehingga warga mengistilahkan bentrokan itu sebagai “Ngaben” maka diambil lah ujung kata tersebut menjadi Benda.

 BACA JUGA: Tidak Lagi Menarik, Nama “Asep” Mulai Ditinggalkan

Kedua, perkebunan pohon Kluwih atau pohon Timbul, serta Pohon Sukun tersebar di wilayah ini. Semua tamanan itu dulunya disebut pohon Benda, sehingga nama desa diadopsi dari nama pohon tersebut.

Desa Bedan baru terbentuk dan berkantor di Kampung Bangkong Reang pada tahun 1913. Sebelumnya desa tersebut bernama Desa Cicurug Kolot yang pusatnya berada di Kampung Lembur Kolot. 

Wilayah yang dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda ini memiliki batas antara lain, sebelah selatan Kelurahan cicurug, sebelah barat Desa Pasawahan, dan sebelah timur kawasan Hutan Gunung Pangrango. 

Namun pada tahun 1982 desa ini mengalami pemekaran dimana sebelah selatannya Kampung Tenjo Ayu menjadi Desa Tenjo Ayu. Sedangkan sebelah barat menjadi Desa Kuta Jaya. 

Tokoh-tokoh Kampung Cibeber Girang yang saat itu masih masuk bagian Desa Benda juga terlibat dalam peristiwa Bojongkokosan.

Warga yang tercatat gugur dalam peristiwa tersebut terdapat dua orang korban ialah Aping Thalib dan Sa’id. 

 BACA JUGA: Awas Penipuan Cek Resi Format APK Berkedok J&T, Warganet: Ini Backdoor Namanya

Pertumbuhan ekonomi masyarakat desa tersebut bisa terbilang bagus. Desa yang memiliki luas 331,599 Ha ini hampir 72 persennya digunakan sektor pertanian, peternakan, hingga perikanan darat. 

Oleh sebab itu, Pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 24 April 1922 mendirikan sekolah Negeri Benda yang kali itu bernama Sekolah Gouvernements Inland School Der II klasee Benda. 

Pembangunan sekolah ini merupakan program balas budi pemerintah Hindia Belanda kepada rakyat Indonesia setelah menerapkan sistem tanam paksa. Program itu juga merupakan Politik Etis yang sudah diterapkan pada tahun 1902.

 

SUMBER: repository.unj.ac.id/32270/3/BAB%20II.pdf

Syahrul

Redaktur

Syahrul

Redaktur