/
/
Dilarang Bepergian, Calon Penumpang Pecahkan Loket Pembayaran Stasiun Sukabumi

Dilarang Bepergian, Calon Penumpang Pecahkan Loket Pembayaran Stasiun Sukabumi

Pecahan kaca loket pembayaran tiket Stasiun Sukabumi dibersihkan petugas. Credit: Istimewa

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Calon penumpang pecahkan loket pembayaran tiket Stasiun Kereta Api Sukabumi tepatnya di Jalan Stasiun, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jum’at (09/12/22). 

Diketahui penumpang itu dilarang mengikuti perjalan KA Pangrango dari Sukabumi menuju Bogor karena kedapatan belum divaksin. Larangan perjalan pada orang yang belum menerima vaksin itu berdasarkan aturan perjalan terbaru PT KAI

Berdasarkan kode booking, terdapat 5 calon penumpang yang hendak menuju Bogor. Namun 2 orang diantara mereka belum divaksin dan beralasan medis. Pihak petugas loket pun meminta surat keterangan resmi dari rumah sakit pemerintah jika mereka tidak boleh divaksin.

Kahumas KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa menuturkan salah satu calon penumpang yang berinisial IT tidak terima atas penjelasan petugas. Ia langsung emosi dan mengamuk di lobby stasiun. 

BACA JUGA: Kapan Perbaikan Jembatan Cicewol, Kadis PU: Tanggung Jawab BNPB Melalui BPBD

“Kita lakukan ini sesuai aturan, maka kedua nama yang belum mendapatkan vaksin tidak diizinkan mengikuti perjalanan. Namun saat menerima penjelasan IT mengamuk,” terangnya kepada awak media. 

Masih dalam kondisi mengamuk IT mendorong petugas boarding kemudian memecahkan kaca loket dan melukai petugas yang berada di sekitaran loket tersebut. Saat ini pelaku sudah diamankan, atas kejadian tersebut pelaku akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

“Kami menindak tegas, telah melakukan pengrusakan fasilitas stasiun. Pihak PT KAI saat ini sudah menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian Polsek Cikole untuk dilakukan proses lebih lanjut,” katanya.

Eva mengimbau kepada seluruh calon penumpang PT KAI untuk mengindahkan arah petugas. Pihaknya tidak akan segan membawa ke ranah hukum apabila kejadian tersebut terulang lagi.

“KAI Daop 1 Jakarta akan menindak tegas seluruh oknum yang melakukan tindakan anarkis di stasiun dan sarana KA serta tindakan kekerasan atau perbuatan tidak menyenangkan pada petugas. Seluruh calon pengguna diminta untuk menghargai petugas yang sedang menjalankan kewajiban dan tugasnya baik di stasiun dan di atas KA,” jelasnya. 

BACA JUGA: Mengapa Pengguna Iphone Kebal dari Modus Penipuan “Cek Resi”? Begini Alasannya

Disamping itu, setelah terjadinya insiden tersebut seluruh layanan di Stasiun Sukabumi tetap berjalan dengan normal menggunakan 2 loket lain yang tersedia. Ia juga menambahkan bahwa data vaksin yang lengkap adalah satu satu persyaratan utama dan wajib dipenuhi para calon penumpang.  

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas Covid dan Kementerian Perhubungan yang tak lain merupakan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid 19 agar perjalanan KA aman, nyaman dan sehat dapat diwujudkan. 

“Petugas akan melakukan pemeriksaan tiket dan persyaratan protokol kesehatan sebelum calon pengguna naik KA. Saat ini sistem pemeriksaan tiket sudah terintegrasi dengan aplikasi peduli lindungi, sehingga calon pengguna yang terdata belum melakukan vaksin sesuai ketentuan tidak akan diizinkan untuk melakukan perjalanan KA dan akan diarahkan untuk melakukan proses pembatalan tiket,” pungkasnya.

Ardi

Reporter

Syahrul

Redaktur

Ardi

Reporter

Syahrul

Redaktur