/
/
DPRD Minta Amdal Lalinnya Dikaji Ulang, Ini Penjelasan PT Cipta Dwi Busana Cidahu

DPRD Minta Amdal Lalinnya Dikaji Ulang, Ini Penjelasan PT Cipta Dwi Busana Cidahu

Kondisi lalu lintas di PT Cipta Dwi Busana pada saat jam istirahat. Credit : istimewa

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Pihak perusahan PT Cipta Dwi Busana yang merupakan salah satu pabrik garmen berlokasi di Desa Pondok Kaso Tonggoh, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi angkat bicara terkait Amdal Lalin. 

“Saya memang ada kesalahan, tapi itu dibangun sudah lama dan mungkin belum terbayangkan terjadi seperti sekarang,” terang Human Resource Develop Manager Mulyadi didampingi Kepala Desa Pondokkaso Tonggoh, Hendi  kepada segimedia.id, Rabu (25/01/2023). 

Melalui Hendi, Mulyadi menerangkan bahwa pihak perusahaan sempat terpikiran untuk membangun mini terminal demi memecahkan masalah tersebut. Namun tidak bisa terlaksana karena anggaran yang harus keluarkan sangat besar. 

BACA JUGA: Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Minta Amdal Lalin Pabrik Garment di Cidahu Dikaji Ulang

“Saya atas nama kepedulian, saya sudah sering ketemu dengan pihak korea membahas itu. Biar ada ruang-ruang lalu lintas seperti untuk mengakomodir angkot dan motor. Kita bingung anggarannya terlalu besar ketika dihitung-hitung,” katanya. 

Menurutnya perusahaan sudah memiliki ruang-ruang lalu lintas di sekitar PT Cipta Dwi Busana. Namun kini ruang-ruang tersebut ditempati oleh pedagang. 

“Sebenarnya fasilitas tempat untuk transportasi itu sudah tersedia, tapi sekarang malah digunakan pegagang. Saya sudah berikan himbauan kepada pedagang, tapi ini terbentur dengan kebutuhan mereka juga. Jadi kita bingung,” ujarnya. 

BACA JUGA: Amdal Lalin Semrawut, Kemacetan Cidahu Disebabkan Aktivitas Pabrik

Masih Hendi, tak sampai disitu ia juga kerap mengarahkan para sopir angkutan umum yang memarkirkan kendaraan di depan pabrik untuk beroperasi. 

“Kita juga sudah mengarahkan agar angkutan umum tidak terparkir di sana. Biar beroperasi normal narik. Tapi karena konsumen angkutan sudah menurun dan banyak saingan mereka memilih diam di sana menunggu bubaran pabrik,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Yudha Sukmagara akan menggandeng Satuan Lalulintas Polres Sukabumi dan Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi untuk mengkaji ulang amdal lalin PT Cipta Dwi Busana.

Ardi

Reporter

Syahrul

Redaktur

Ardi

Reporter

Syahrul

Redaktur