/
/
Ferdy Sambo Dihukum Mati, Lebih Berat Dari yang Diberikan JPU

Ferdy Sambo Dihukum Mati, Lebih Berat Dari yang Diberikan JPU

ferdy sambo
Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Credit: Istimewa.

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Ferdy Sambo seorang mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengaman (Kadiv Propam) kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (13/02/2023). 

Sidang tersebut adalah lanjutan pengadilan terdakwa kasus pembunuhan ajudan Ferdy Sambo, Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. 

Hasil persidangan tersebut, Majelis Hakim PN Jakarta Selatan, Wahyu Iman Santoso mengesahkan Fredy Sambo terbukti bersalah melangsungkan pembunuhan berencana kepada Brigadir J.

BACA JUGA: Bangunan Madrasah Ahmadiyah di Parakansalak Dihentikan, Sejak 2016 Pol PP Telah Menyegel 2 Kali

“Menyatakan meyakinkan terdakwa Fredy Sambo secara sah bersalah berdasarkan hukum melakukan tindak pidana. Turut melangsungkan pembunuhan berencana dan tanpa hak merusak sistem elektronik,” terangnya seperti yang dilansir dari Kompas.com Senin (13/02/2023). 

Berdasarkan proses pertimbangan yang panjang, Wahyu menegaskan bahwa Fredy Sambo divonis hukuman mati.

“Kami jatuhkan terdakwa dengan pidana mati. Telah mencoreng institusi Polri atas perlakukan itu cukup memberatkan dan berbelit-belit mengakuinya,” imbuhnya. 

BACA JUGA: Gunung Gede Pangrango Dibuka Kembali Pasca Gempa Cianjur

Terdapat beberapa pasal yang dikaitkan pada Ferdy Sambo, mulai dari Pasal 49 jo Pasal 33 UU ITE jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 340 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Jika dibandingkan dengan yang diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU), hukuman mati ini  lebih berat. Sebelumnya JPU memberikan vonis penjara seumur hidup. 

Syahrul

Redaktur

Syahrul

Redaktur