/
/
Harga 1 Liter Pertalite di Papua Barat: Pagi Rp 15 Ribu Malam Rp 30 Ribu

Harga 1 Liter Pertalite di Papua Barat: Pagi Rp 15 Ribu Malam Rp 30 Ribu

Harga 1 Liter Pertalite di Papua Barat Pagi Rp 15 Ribu Malam Rp 30 Ribu
Penjual BBM eceran liar jenis Pertalite di Papua. Credit Istimewa

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM) eceran jenis Pertalite yang dijual para pedagang, banyak dikeluhkan oleh masyarakat Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.

Olipas Rumbobiar, salah satu warga Kampung Wasior II di Wasior menyebut, jika harga BBM jenis Pertalite berubah-ubah setiap saat dihari yang sama. Di pagi hari jenis BBM pertalite dijual seharga Rp15 ribu per liter, sedangkan pada malam hari harganya melonjak naik 2 kali lipat hingga Rp30 ribu per liter bahkan lebih.

“Harga BBM saat pagi hari sebesar Rp15 ribu, terus sore hari jadi Rp 20 ribu, dan untuk malam hari bisa naik sampai Rp30 ribu. Bagaimana sudah, kasihan kami sebagai rakyat kecil ini,” ujar Rumbobiar dilansir dari Antara.

BACA JUGA: Benarkah Campur Minyak Kayu Putih dengan Pertalite Bisa Bikin Irit? Ini Penjelasannya Ahli

Rumbobiar dalam hal ini mendesak pihak Pemkab Teluk Wondama segera mengecek lapangan untuk menertibkan para pengecer yang menjual BBM dengan harga jauh lebih tinggi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Eceran Nyata (HEN) yang telah ditetapkan kepala daerah.

“Para pejabat sudah lihat mereka (pengecer BBM nakal) sudah tipu-tipu, dan kenapa hanya lihat saja (tidak ditindak). Dalam hal ini kami minta harus dilakukan pengawasan. Bila perlu langsung dikasih sanksi,” tandas Rumbobiar.

Bupati Teluk Wondama Hendrik Mambor sebelumnya sudah menerbitkan Surat Edaran Nomor : 338/308/Bup-TW/2022 6 September tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Eceran Nyata (HEN) untuk BBM jenis pertalite dan biosolar.

BACA JUGA: Pertamax Turun Jadi Rp 13.900 per liter, Ini Daftar Lengkapnya

Dalam Surat Edaran Bupati tersebut, tertulis HET BBM jenis pertalite di tingkat agen/SPBU Kompak ditetapkan sebesar Rp10.000 per liter dan untuk jenis bio solar sebesar Rp6.800 per liter. Sementara itu HEN di tingkat pengecer atau sub agen berlaku dengan harga jual Rp11.500 per liter.

Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Ekbertson Karubuy menyatakan bahwa jajaranya rutin melakukan pengawasan BBM. Dari mulai pembongkaran dan pengisian di pelabuhan lalu sampai dengan penjualan di tingkat sub agen maupun pengecer resmi.

Ia mengatakan, untuk penjualan Pertalite hingga menembus angka jual Rp30 ribu, bukan dilakukan oleh sub agen maupun pengecer resmi melainkan pengecer liar atau penjual dadakan yang hanya mengejar keuntungan semata.

“Kenaikan harga sampai 2 kali lipat itu di luar pengecer resmi dan SPBU Kompak. Mereka (pengecer nakal) membeli kemudian dijual kembali dengan harga tinggi, itu yang membuat harga BBM semakin mahal,” kata Ekber.

Dwiki

Redaktur

Dwiki

Redaktur