/
/
Harun Al Rasyid, Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Jadi Tersangka Kasus SPK Bodong

Harun Al Rasyid, Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Jadi Tersangka Kasus SPK Bodong

dinas kesehatan
Tersangka H saat digiring menuju lapal Warungkiara. Credit: Istimewa.

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi sudah menetapkan tiga orang tersangka atas kasus Surat Perintah Kerja (SPK) fiktif Dinas Kesehatan di tahun anggaran 2016 dalam program Bantuan Provinsi Jawa Barat, Kamis (09/02/2023). 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi, Siju menerangkan, hasil dari pendalaman kasus SPK bodong Dinas Kesehatan ia menetapkan tiga orang tersangka yang berinisial H, S dan D. 

“Lanjutan kasus SPK bodong kami tetapkan tiga orang tersangka. Berinisial H, S, dan D,” terangnya kepada awak media di Aula Kejari Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA: Mobil Adu Banteng di Cibadak, 1 Penumpang Luka-luka

Informasi dihimpun Segimedia.id tersangka berinisial H adalah Harun Al Rasyid yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi. Sebelumnya ia menjabat Kepala Dinas Kesehatan Sukabumi. 

“Ketiga orang tersebut merupakan pejabat di pemerintahan Kabupaten Sukabumi, yang dua masih aktif, yang satu sudah pensiun,” ucapnya

Siju mengatakan, kemudian para tersangka ini akan menjalani masa tahan selama 20 hari kedepan di Lembaga Pemasyarakatan Warungkiara dengan status tahanan kejaksaan. 

BACA JUGA: 2024, Jakarta Tidak Lagi Menjadi Ibu Kota Negara Indonesia

“Kemudian pada tiga tersangka tersebut sekarang kita lakukan penahanan selama 20 hari ke depan di Warungkiara, Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Berdasarkan dari pengembangan yang dilakukan pihaknya, Siju menuturkan kerugian negara akibat SPK fiktif ini bertambah menjadi Rpi 37 miliar yang sebelumnya diperkirakan Rp 25 miliar. 

“Hasil pengembangan kerugian negara mencapai Rp 37 miliar, sementara uang yang sudah di titipkan mencapai Rp 10 miliar,” tandasnya.

Syahrul

Redaktur

Syahrul

Redaktur