/
/
Jokowi Akan Larang Penjualan Rokok Ketengan, Warganet: Jual Rokok Batangan Lebih Cuan

Jokowi Akan Larang Penjualan Rokok Ketengan, Warganet: Jual Rokok Batangan Lebih Cuan

Jokowi Akan Larang Penjualan Rokok Ketengan, Warganet- Jual Rokok Batangan Lebih Cuan
Iliustrasi Rokok. Credit: Istimewa

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan keputusan terkait dengan larangan penjualan rokok ketengan atau batangan. Penjualan rokok tersebut seperti kita ketahui, merupakan praktik yang sering dilakukan oleh warung kecil untuk masyarakat yang tidak memiliki cukup uang untuk membeli rokok per bungkus.

Larangan tersebut akan dituangkan dalam peraturan yang rencananya disusun pada 2023. Rencana ini diusung Jokowi dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 25 Tahun 2022 pada 23 Desember 2022, yaitu tentang Program Penyusunan Peraturan Pemerintah Tahun 2023. Yang nantinya, penjualan rokok di warung-warung pada masyarakat hanya diperbolehkan perbungkus.

“Pelarangan penjualan rokok batangan,” dikutip dari Keppres Nomor 25 Tahun 2022 yang diunggah di situs resmi Kementerian Sekretariat Negara.

Keppres yang digagas oleh Jokowi tersebut, menekankan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 1O9 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

BACA JUGA: Geser Hartono Bersaudara, Low Tuck Kwong Jadi Orang Terkaya di Indonesia

Terdapat tujuh poin yang ada dalam pokok materi muatan, salah satunya yaitu pelarangan penjualan rokok batangan serta tentang ketentuan rokok elektronik. Kemudian, materi muatan lainnya adalah penambahan luas soal presentase gambar dan tulisan dalam peringatan kesehatan pada kemasan produk rokok tertentu.

Aturan lain yang dicantum Jokowi adalah pelarangan iklan, promosi, sponsorship produk tembakau di media penyiaran dan penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Soal rencana larangan penjualan rokok batangan ternyata ramai diperbincangkan di beberapa media sosial. Dan mayoritas warganet menganggap larangan itu tak mungkin direalisasikan, karena toko kelontong dalam menjual rokok batangan untungnya lebih banyak dibandingkan per bungkus. 

“gua mikirnya warung pasti tetep bakal jualin ketengan soalnya selama gua nongkrong bareng temen di deket warung, jarang org yg beli rokok per bungkus, seringnya pada beli ketengan,” @opal.na***. 

“Ayo buzzer, saatnya komplain mengatasnamakan petani tembakau dan rakyat kecil,” @kevinar***. 

“Justru dari batangan omset warung2 kecil meningkat,” @mkhe***. 

BACA JUGA: Trofi Piala Dunia 2 Kali Dicuri, Inilah Fakta Menariknya

Sebelumnya, tarif cukai rokok atau cukai hasil tembakau (CHT) resmi dinaikkan oleh pemerintah sebesar 10 persen. Kenaikan ini bakal berlaku per tanggal 1 Januari 2023 mendatang. Kenaikan cukai rokok sebesar 10 persen tersebut bukan hanya untuk tahun 2023 saja, ini berlaku juga untuk berikutnya yakni tahun 2024.

Tidak hanya itu, kenaikan tarif cukai rokok adalah bentuk komitmen yang sejalan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024, di mana dalam hal ini pihak pemerintah menargetkan untuk penurunan prevalensi (tingkat penyebaran) merokok khususnya pada usia 10-18 tahun sebesar 8,7 persen di tahun 2024.

“Kenaikan tarif cukai sigaret (rokok) rata-rata sebesar 10 persen pada tahun 2023 hingga 2024. Hal ini dilakukan untuk mendukung target penurunan prevalensi merokok anak,” tegas Kemenkeu.

Dwiki

Redaktur

Dwiki

Redaktur