/
/
Kasus Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Tetapkan 2 Perusahaan Sebagai Tersangka

Kasus Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Tetapkan 2 Perusahaan Sebagai Tersangka

Kasus Gagal Ginjal Akut Bareskrim Tetapkan 2 Perusahaan Sebagai Tersangka
Gedung Bareskrim Polri. Credit: Istimewa

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri menetapkan PT Afi Farma dan CV Samudra Chemical, sebagai tersangka dugaan obat sirup yang diduga kuat sebagai penyebab kejadian dalam kasus gagal ginjal akut pada anak. 

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo menyampaikan, penyidik telah menemukan beberapa barang bukti yang cukup dalam menetapkan kedua korporasi itu sebagai tersangka. Dedi mengatakan, kedua perusahaan itu sudah melakukan tindak pidana memproduksi dan mengedarkan obat yang tak sesuai dengan standar yang sudah ditentukan. 

“Kedua korporasi ini melakukan produksi obat dan mengedarkan persediaan farmasi yang tidak memenuhi standar serta persyaratan keamanan, khasiat, dan mutu pun tidak lakukan. Itu tindak pidana,” ungkap Dedi Prasetyo dalam keterangan resminya, Kamis, 17 November 2022.

Penetapan tersangka dalam kasus gagal ginjal akut pada anak ini, dilakukan setelah penyidikan dan pemeriksaan terhadap 41 orang diantaranya 30 orang saksi dan 10 orang ahli. 

BACA JUGA: BPOM Konfirmasi Dua Perusahaan Farmasi yang Menyebabkan Marak Anak Gagal Ginjal Akut

CV Samudra Chemical yang diungkapkan oleh Bareskrim Mabes Polri, merupakan supplier bahan baku Propilen Glikol (PG) yang digunakan oleh PT Afi Farma dalam memproduksi obat. Bahan baku PG tersebut diduga mengandung Etilen Glikol (EG), Dietilen Glikol (DEG) dan Etilen Glikol Butil Eter (EGBE) melebihi ambang batas, yang terdapat dalam obat produksi PT Afi Farma. 

“PT. Afi Farma dalam hal ini, hanya menyalin data yang diberikan oleh supplier (CV Samudra Chemical) tanpa dilakukannya pengujian dan ‘quality control’ untuk memastikan bahan tersebut dapat digunakan atau tidaknya dalam proses produksi,” kata Dedi

Barang bukti yang diamankan oleh pihak kepolisian yaitu, sejumlah obat sediaan farmasi yang diproduksi PT Afi Farma, lalu hasil uji laboratorium sampel obat produksi PT Afi Farma dan 42 durm PG yang diduga mengandung EG dan DEG yang ditemukan di CV Samudra Chemical. Dan berbagai dokumen pesanan pembelian dan pengiriman pesanan.

BACA JUGA: Marak Gagal Ginjal Akut pada Anak, Apotek Setop Sementara Jual Obat Sirup

Pihak kepolisian menjerat PT Afi Farma dengan Undang-Undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Undang-Undang RI No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp2 miliar. 

Sementara itu untuk CV. Samudra Chemical disangkakan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Perubahan, lalu Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Undang-Undang RI No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp2 miliar.

Dwiki

Redaktur

Dwiki

Redaktur