/
/
Kawasan Resort Kawah Ratu akan Disulap Menjadi Tempat Wisata Ikonik di Cidahu

Kawasan Resort Kawah Ratu akan Disulap Menjadi Tempat Wisata Ikonik di Cidahu

Salah satu curug di Kawasan Resort Kawah Ratu TNGHS. Credit: Istimewa

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) tengah gencar melakukan perombakan di Kawasan Resort Kawah Ratu tepatnya di Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi.

Perombakan itu dilakukan demi meningkatkan daya jual kawasan tersebut agar lebih diminati oleh para pengunjung baik itu domestik atau mancanegara. 

Tak sendiri, TNGHS melakukannya dengan menggaet salah satu perusahaan asal Jakarta yakni PT Bumi Cangkuang Lestari.

BACA JUGA: Amdal Lalin Semrawut, Kemacetan Cidahu Disebabkan Aktivitas Pabrik

Pengolah Data Urusan Pemanfaatan Jasa Lingkungan, Balai TNGHS, Rahadian Rangga mengatakan, kerjasama pihaknya dengan perusahaan tersebut untuk mengembangkan kawasan Resort Kawah Ratu ini sudah menempuh izin. Adapun saat ini terdapat dua villa yang sudah berdiri namun masih dalam proses pembangunan. 

“Iya di dalam Kawasan Resort Kawah Ratu memang pembangunan villa, itu resmi dan sudah ada ijin dari kementerian dengan mekanisme Perizinan Berisiko Pengusahaan Sarana Wisata Alam. Perizinan sudah ditempuh oleh pihak bersangkutan,” terangnya saat dikonfirmasi oleh Segimedia.id, Selasa (03/1/2023). 

Rahadian menuturkan terdapat dua perusahaan yang masuk ingin mengelola wisata di kawasan tersebut, namun baru PT Bumi Cangkuang Lestari yang sudah berproses. 

“Untuk PT Bocimi belum. Nantinya kawasan ini dikelola oleh pihak ketiga yang di dalamnya ada sarana prasarana wisata alam,” terangnya. 

BACA JUGA: Resmi, Pertamina Turunkan Harga Pertamax Jadi Rp 12.800, Pertalite Masih Bertahan

Sementara itu baru dua villa yang sedang dibangunan, Rahadian mengaku tidak mengetahui seberapa banyak villa yang didirikan.

“Kami kurang tahu untuk jumlahnya, soalnya luasnya yang pihak ketiga itu hanya 10 persen dari luas area yang dimohon, sekitaran 1,5 ha,” tuturnya. 

Berdasarkan pantauan segimedia.id, villa tersebut dibangun menggunakan konsep semi permanen dengan material kayu.

Ardi

Reporter

Syahrul

Redaktur

Ardi

Reporter

Syahrul

Redaktur