/
/
Kronologi Pemukulan di Warung Kiara Sukabumi, Akibat Terciprat Genangan Air yang Terlindas Korban

Kronologi Pemukulan di Warung Kiara Sukabumi, Akibat Terciprat Genangan Air yang Terlindas Korban

pemukulan
Wahyudin Alamsyah (45 tahun) saat melihatkan keponakannya terluka akibat pemukulan. Credit: Istimewa.

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Beberapa waktu lalu Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi menerima laporan dari salah seorang warga yang menjadi korban pemukulan. Korban dikabarkan dikeroyok oleh dua orang yang salah satunya adalah Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ubrug.

Paman Korban, Wahyudin Alamsyah (45 tahun) menyatakan kejadian tersebut bermula saat korban yang berinisial FM (19 tahun) hendak mengantarkan buah untuk saudaranya yang sedang sakit pada hari Jumat tanggal 19 Februari 2023. Di tengah perjalanan menuju rumah saudaranya itu, FM melindas lubang yang digenangi air.

BACA JUGA: AFP Jabar Resmi Kukuhkan Sodikin Sebagai Ketua AFKAB Sukabumi

“Ada orang di sekitar lubang genangan itu, dan air itu nyiprat ke orang tersebut. Kemudian keponakan saya diberhentikan kendaraannya, sempat membela diri sehingga terjadi adu mulut dan akhirnya keponakan saya dipukul,”  ujar kepada wartawan Senin (20/02/2023) kemarin. 

Setelah menerima pukulan korban memutuskan untuk pergi dan melanjutkan mengantarkan buah kadapa saudaranya yang sedang sakit. Sesampainya di sana korban menceritakan apa yang dialami kepada keluarganya. 

“Saudara saya ada yang bersedia menemani korban datang kembali ke lokasi kejadian agar ada penyelesaian. Namun masalahnya malah kembali terjadi adu mulut dan di situ terjadi pemukulan dua kali,” katanya. 

BACA JUGA: 5 Jenis Parenting yang Harus Dipahami Orang Tua Modern

Wahyu menerangkan, pemukulan yang kedua ini dilakukan oleh Ketua BPD Ubrug dan yang pertama itu oleh seorang pria berinisial O.

“Kedua kalinya itu dikeroyok lagi, Pelakunya itu ketua BPD setempat yang katanya datang untuk melerai, tetapi malah ikut memukuli keponakan saya,” bebernya.

Mengetahui kejadian tersebut pihak keluarga tidak tinggal diam, mereka langsung melaporkannya ke Satreskrim Polres Sukabumi.

“Hari itu juga langsung lapor polisi, malam jam 2 baru selesai BAP, karena kita pengen tau versi Pak Opik (BPD) itu namun tidak ada,” ungkapnya.

Bungsu/ CRP

Kontributor

Syahrul

Redaktur

Bungsu/ CRP

Kontributor

Syahrul

Redaktur