/
/
Meikarta Dicap ‘Kota Mati’, Mayoritas Pembeli Ingin Adanya Pengembalian Uang

Meikarta Dicap ‘Kota Mati’, Mayoritas Pembeli Ingin Adanya Pengembalian Uang

Meikarata Dicap 'Kota Mati', Mayoritas Pembeli Ingin Adanya Pengembalian Uang
Proyek pembangunan Meikarta kini dikelilingi rumput liar. Credit: CNBC Indonesia/Andrean Kristianto

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Proyek kota baru Meikarta yang terletak di Cikarang, Kabupaten Bekasi, hingga saat ini semakin terbengkalai dari pembangunan.

Penggarapan properti berupa apartemen tersebut, kini dicap sebagai ‘kota mati’ karena dikelilingi oleh rumput liar. Dan terlihat 3 gedung yang sudah tinggi menjulang mangkrak tanpa adanya pengerjaan.

meikarta 2
Pondasi awal proyek Meikarta terhalang rumput liar. Credit: CNBC Indonesia/Andrean Kristianto

Bagaimana nasib para konsumen?

Lewat Komunitas Peduli Konsumen Meikarta, para pembeli unit apartemen akan melakukan aduan ke DPR RI. Hal ini dilakukan karena PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) selaku pemilik perusahaan properti itu, tidak melakukan serah terima terhadap lebih dari 100 orang konsumen.

Aep Mulyana, Ketua Komunitas Peduli Konsumen Meikarta, mengatakan seharusnya PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) melakukan serah terima unit apartemen pada pertengahan 2019 hingga 2020. Namun, konsumen malah diminta menunggu dengan kelonggaran waktu selama enam bulan. Tetapi kelonggaran tersebut bertambah menjadi 18 bulan untuk unit di distrik 1, 2, dan 3. 

BACA JUGA: Pedestrian PSM Cicurug Dijadikan Tempat Parkir, Camat akan Berikan Sanksi Pemilik Toko

“Masalahnya kita belum ada yang untuk ditinggal dan untuk investasi. Saya beli tahun 2017, kan seharusnya hand over di tahun 2019 tapi ada sistem grace period. Ditambahkan waktu 6 bulan untuk itu (hand over) tapi nyatanya bangunannya masih kayak kolam,” kata Aep kepada CNBC Indonesia, Selasa (6/12/2022). 

meikarta 4
Proyek Meikarta mangkrak tanpa adanya pengerjaan. Credit: CNBC Indonesia/Andrean Kristianto

Tuntutan para pembeli mayoritas adalah ingin adanya pengembalian uang yang sudah dibayarkan karena gagalnya serah terima unit apartemen.

Tanggapan Grup Lippo

PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) selaku anak usaha Grup Lippo, menjelaskan bahwa masalah yang terjadi dengan pembeli sudah diselesaikan lewat pengadilan. Menurut keterangan PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), mereka sudah mematuhi aturan yang ada, termasuk putusan pengadilan. Berdasarkan No. 328/Pdt.Sus- PKPU/2020/PN.Niaga Jakarta Pusat tertanggal 18 Desember 2020. Dan pada tanggal 26 Juli 2021 Putusan (Putusan Homologasi) telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde).

BACA JUGA: Piala Dunia 2022: Al Hilm Resmi Jadi Bola Untuk Partai Semifinal dan Final di Qatar

“Berdasarkan informasi yang telah kami terima, PT MSU senantiasa memenuhi komitmennya dan menghormati putusan homologasi (kesepakatan perdamaian yang disahkan) yang mengikat bagi MSU dan seluruh krediturnya (termasuk pembeli),” jelas Sekretaris Perusahaan LPCK, Veronika Sitepu dikutip dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (11/12/2022).

Veronika menegaskan bahwa perusahaan akan berkomitmen bagi setiap konsumen yang telah membeli unit apartemen, baik tunai kredit, akan segera mendapatkan unitnya. Serah terima unit kepada konsumen, sudah dilakukan sejak Maret 2021 dan berlangsung hingga 2027.

Apartemen Meikarta tanpa adanya aktivitas pengerjaan. Credit: CNBC Indonesia/Andrean Kristianto

“Hingga saat ini sudah dilakukan serah terima pada sekitar 1.800 unit kepada pembeli,” tegasnya.

Dilansir dari berita CNBC Indonesia, tak tanggung-tanggung pada tahun 2018, nilai investasi untuk mengembangkan kawasan hunian di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat tersebut mencapai nilai Rp 278 triliun. Pihak Lippo pun bergerak cepat dalam memasarkan proyek barunya tersebut.

Pada 2017 misalnya, penggelontoran belanja iklan Mega Proyek Meikarta menghabiskan uang sebanyak Rp 1,5 triliun. Tak heran jika iklan Meikarta sering berselancar di media, baik itu secara digital dan tradisional seperti baliho dan brosur.

Dwiki

Redaktur

Dwiki

Redaktur