/
/
Mengapa Banyak Spekulasi Liar Dalam Kasus Kematian satu Keluarga di Kalideres?

Mengapa Banyak Spekulasi Liar Dalam Kasus Kematian satu Keluarga di Kalideres?

Mengapa Banyak Spekulasi Liar Dalam Kasus Kematian satu Keluarga di Kalideres
Pagar rumah kasus kematian satu keluarga tewas membusuk di Kalideres, Jakarta Barat. Credit: istimewa

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Kasus kematian satu keluarga yang berjumlah empat orang di Kalideres, Jakarta Barat, masih belum terungkap oleh pihak berwajib. Hal ini bahkan memberi ruang bagi beragam spekulasi liar publik yang belum bisa dibuktikan.

Joasis Simon Kriminolog dari Universitas Indonesia, mengatakan seharusnya polisi harus segera mengungkap kasus itu secara transparan kepada publik. Sebab, spekulasi liar yang bermunculan di ruang publik, dianggap tidak adil bagi korban dan menyakiti hati pihak keluarga korban yang masih hidup.

Dia menuturkan, awal mulanya kasus ini begitu menarik perhatian masyarakat, karena penggiringan narasi “kelaparan” dalam peristiwa kematian tersebut mengejutkan banyak publik.

“Kasus ini cukup unik dalam mendapat perhatian yang cukup besar, karena ada unsur narasi ‘kelaparan’, yang membuat orang-orang kaget masa di zaman sekarang, masih ada yang mati kelaparan?,” kata Joasis dilansir dari BBC News Indonesia.

BACA JUGA: Dua Kali Pohon Tumbang Memakan Korban di Cikidang, PTPN Diminta Cek Pohon Berpotensi Roboh

Dengan seiring perkembangan temuan-temuan polisi, dan ditambah keterangan keluarga korban yang meragukan pemicu kematian adalah “kelaparan”, muncul ruang kosong yang menjadi “sumber konspirasi” dan belum tentu dapat dibuktikan.

Pengamat media dari Universitas Gadjah Mada, Wisnu Prasetya, mengatakan spekulasi-spekulasi konspirasi itu banyak muncul di dunia maya. Dari mulai mengaitkan kasus ini dengan sekte tertentu hingga menyamakan dengan kasus kematian Burari di India

“Seharusnya spekulasi tersebut hanya bisa diungkap dalam penyidikan yang dilakukan oleh pihak berwajib yaitu kepolisian, dengan transparan dan akuntabel. setidaknya ini bisa meminimalisir hal tersebut (spekulasi liar),” kata Wisnu.

Wisnu juga menghimbau kepada para media untuk “tidak terjebak dalam spekulasi” yang dilontarkan masyarakat di ruang media sosial, dalam memberitakan kasus kematian tersebut.

BACA JUGA: Selepas di Indonesia, India Akan Menjabat Presidensi KTT G20 Tahun 2023

“Saya berharap kepada media diluaran sana, bisa membawa pembahasan dan mendiskusikan kasus ini secara lebih rasional soal bagaimana dalam menanggapinya. Harus beri ruang pada fakta, jangan terjebak pada spekulasi publik,” ungkap Wisnu dikutip dari BBC.

Kronologi Temuan Mayat 

Satu keluarga yang berjumlah empat orang mayat ini ditemukan di dalam satu rumah di Perumahan Citra Garden 1, Kalideres, Jakarta Barat pada Kamis (10/11/2022). Bau busuk yang tercium oleh warga sejak seminggu sebelumnya, menjadi awal mula penemuan mayat yang tertuju pada rumah korban.

Beberapa kali warga sekitar mencoba untuk memanggil pemilik rumah. Namun, sautan tersebut tidak dibalas penghuni rumah, akhirnya warga pun mendobrak rumah tersebut dan menemukan empat mayat tergeletak.

Dalam penyidikan kepolisian mengungkapkan bahwa keempat korban ditemukan itu dalam waktu dan ruangan yang berbeda-beda. Keempat korban itu bernama Rudyanto Gunawan (71), lalu istrinya bernama K. Margaretha Gunawan (68), kemudian anak perempuannya bernama Dian (40), serta ipar dari Rudyanto bernama Budyanto Gunawan (69).

Dwiki

Redaktur

Dwiki

Redaktur