/
/
Mengenang 20 Tahun Album 07 Des: Titik Balik Sheila on 7

Mengenang 20 Tahun Album 07 Des: Titik Balik Sheila on 7

Mengenang 20 Tahun Album 07 Des- Titik Balik Sheila on 7
Poster Sheila on 7 di majalah gadis 2002. Credit: istimewa

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Dirilis pada bulan Maret 2002 dengan benang merah yang masih sama dengan dua album terdahulu, album ketiga berjudul 07 Des melenggang dengan mulus lewat “Seberapa Pantas” yang didapuk menjadi hits single Sheila on 7.

Lagu ciptaan Eross sang gitaris ini mempunyai semua syarat menjadi mesin pencetak angka penjualan. Dibalut dengan aliran pop rock lalu Eross memainkan intro gitar gurih dan renyah, refrain yang langsung menempel di telinga para penikmatnya. Rumus balutan string section menjadi formula jitu sejak album pertama.

Lalu kemudian semuanya “dirusak” oleh intonasi alur lagu yang tak tertebak. Balada tenang di awal lagu “Seberapa Pantas”, pelan-pelan tempo dinaikkan hingga klimaksnya saat gitaris 43 tahun tersebut menyayat gitarnya dengan energik selama 35 detik. Lalu tempo mulai disetel kendor, dan dihajar kembali sampai akhir lagu.

album 07 des Sheila on 7
Cover album 07 Des Sheila on 7. Credit: Spotify

Single Seberapa Pantas akhirnya dilirik sebuah sinetron “Siapa Takut Jatuh Cinta” yang menjadikannya sebagai soundtrack. Di Malaysia ketika album 07 Des diedarkan, lirik lagu tersebut yang berbunyi “celakanya” di bagian reff harus diganti. Karena kata “celakanya” semacam umpatan di kultur setempat dan dianggap kurang pantas diucapkan. Diubah dari “celakanya” menjadi “oh sayangnya”. Tidak hanya itu di album keempat salah satu lagu pun mereka ubah dari “Pejantan Tangguh” menjadi “Pria Terhebat”.

BACA JUGA: Tulus Sudahi Dominasi BTS dan Taylor Swift di Spotify Indonesia Tahun ini

Beberapa track dari album ketiga tersebut menunjukkan adanya progresivitas dari segi produksi maupun penulisan lirik. Di lagu “Saat Aku Lanjut Usia” dan “Trima Kasih Bijaksana” Sheila on-7 memberikan nuansa country yang cukup menyegarkan ditengah dominannya isian string section, seperti mengembalikan kementahan serta spontanitas album pertama. 

“Versi demo sering terjadi berasa lebih hidup daripada versi rekamannya. Karena biasa pas demo banyak yang tidak pakai metronom. Tapi kalau mau jadi musisi pro harus kawin sama metronom,” ujar Eross.

Dalam grup musik Sheila On 7 ada peran Stephan Santoso sebagai penata rekam begitu krusial untuk memunculkan sound-sound definitif. Bagi member band asal Jogja itu, sosok Stephan Santoso-lah yang mampu mengatur kelakuan nakalnya anak-anak Sheila di studio. 

BACA JUGA: Payung Teduh dan Pusakata Balikan Sebagai Parade Hujan

“Mungkin akan berantakan kalau nggak dikumpulin sama Stephan, karena terlalu liar dan banyak yang out,” kata Eross.

Album ini juga menjadi satu-satunya album dimana semua personil menciptakan lagu dan hampir semua mendapat giliran sebagai vokalis utama. Ide agar semua personil menyumbang lagu  sebetulnya sudah dicetuskan Eross sejak penggarapan album kedua. Namun gara-gara padatnya jadwal manggung, rencana itu baru terwujud di album 07 Des.

Sheila on 7 2002
Sheila on 7 di Album “07 Des” mendapatkan penghargaan AMI Awards pada tahun 2002. Credit: Kompas

Sheila On 7 bisa dibilang terus mendominasi lingkup musik Tanah Air meski. Banyak mendapat perlawanan sengit dari Dewa, Padi, juga Jamrud yang saling susul-menyusul di angka penjualan album di periode tersebut. Dalam Ajang AMI Awards 2002 menjadi bukti sahih dominasi Duta, Eross, Adam, Sakti dan Anton. Mulai dari Produser Rekaman Terbaik, Penata Rekaman Terbaik, lalu ada Album Pop Terbaik, hingga penghargaan prestisius Album Rekaman Terbaik Terbaik semua disapu bersih. Untuk penjualan album tersebut juga stabil di kisaran satu juta kopi meski saling seok yang cukup sengit dari album Cintailah Cinta yang keluar selang sebulan milik Dewa.

Dwiki

Redaktur

Dwiki

Redaktur