/
/
Pengelolaan Sampah yang Semrawut Mencuat di Reses Edi Sudrajat

Pengelolaan Sampah yang Semrawut Mencuat di Reses Edi Sudrajat

Reses Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Edi Sudarajat di Kecamatan Cicurug. Credit: istimewa

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Masalah pengelolaan sampah menjadi bahan diskusi yang menonjol pada kegiatan Reses Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi, Edi Sudrajat. 

Warga menilai sistem pengelolaan sampah yang dimotori oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  belum optimal. Pasalnya, masih banyak masyarakat di Kecamatan Cicurug yang tidak tepat menyimpan sampahnya karena fasilitas yang tidak menunjang. 

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan Reses ketiga dan Alhamdulillah sesuai jadwal , bersama warga kita membahas tentang pengelolaan sampah yang cukup semrawut,” ujarnya kepada segimedia.id, Senin (22/11/2022). 

BACA JUGA: Tanah Milik Desa Dijadikan Tempat Parkir Rumah Sakit, Kades Tenjoayu: Kerjasama Tidak Melalui BUMDes

Ia mengatakan permasalahan ini perlu disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi. DLH juga perlu memikirkan agar masyarakat mudah membuang sampah, dan tempatnya dapat terjangkau mobil pengangkut sampah.  

“Ini seharusnya dipikirkan oleh Pemda, karena kita semua tahu tempat pembuangan sampah terakhir sangat jauh dari tempat ini,” bebernya.

Dengan tercemarnya lingkungan akibat sampah, bisa menjadi sumber penyakit yang mengancam mobilitas masyarakat. Maka dari itu, Edi menegaskan persoalan sampah ini harus menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA: Sepuluh Bumdes di Kecamatan Cicurug Belum Terdaftar ke Kemenkumham RI

Edi berencana akan mengusulkan mesin penggilingan sampah untuk menanggulangi masalah ini. Dengan mesin itu, ia berharap pengelolaan sampah dapat diselesaikan oleh masyarakat itu sendiri.

“Kedepannya saya akan berkomunikasi dengan DLH dan mengajukan pengadaan mesin penggilingan sampah agar persoalan sampah selesai di lingkungan itu sendiri,” tandasnya.

Dalam kegiatan penampungan aspirasi yang dilaksanakan di Kampung Manggis Girang, Desa Benda ini cukup mendapatkan antusias masyarakat. Hal itu dapat dilihat dari interaksi yang dilakukan oleh partisipasi yang mencapai 100 orang. 

Ardi

Reporter

Syahrul

Redaktur

Ardi

Reporter

Syahrul

Redaktur