/
/
Perppu Cipta Kerja: Libur 1 Hari dalam Sepekan untuk Pekerja

Perppu Cipta Kerja: Libur 1 Hari dalam Sepekan untuk Pekerja

Pekerja berjalan di kawasan Sudirman, Jakarta. Credit: MediaIndonesia

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Perppu Cipta Kerja Nomor 2 Tahun 2022 telah diterbitkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) 30 Desember 2022 kemarin. salah satunya aturannya mengatur tentang kluster ketenagakerjaan yaitu, waktu istirahat dan hak libur bagi para pekerja.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) baru tersebut, pemerintah dalam hal ini menetapkan waktu libur bagi pekerja minimal 1 hari dalam 1 minggu. Aturan itu tertuang dalam Pasal 79 ayat (2) huruf b pada Perppu Cipta Kerja.

Presiden Joko Widodo terbitkan Perppu Cipta Kerja. Credit: Istimewa

“Istirahat mingguan 1 (satu) hari untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu,” isi ayat Pasal 79 Perppu Cipta Kerja.

Sementara itu, untuk waktu istirahat pada jam kerja, diberikan paling sedikit sebanyak setengah jam. Waktu tersebut diberikan setelah bekerja selama 4 jam terus-menerus, dan waktu istirahat tersebut tidak termasuk jam kerja.

BACA JUGA: IHII Kritisi Pengesahan UU P2SK: Masalah JHT Menjadi Masalah Krusial

“istirahat antara jam kerja, paling sedikit setengah jam setelah bekerja selama 4 (empat) jam terus menerus, dan waktu istirahat tersebut tidak termasuk jam kerja,” bunyi pasal 79 ayat 2.

Padahal, aturan sebelumnya dalam UU Ketenagakerjaan Nomor 11 Tahun 2003, menyatakan pemberlakuan libur tidak 1 hari melainkan selama 2 hari untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu. Dengan kata lain, Perppu Cipta Kerja yang baru menghapus hak libur pekerja dari sebelumnya.

Sedangkan untuk pemberian cuti pekerja yang wajib diberikan adalah cuti tahunan, paling sedikit 12 hari kerja setelah pekerja yang bersangkutan bekerja selama 12 bulan secara terus menerus.

BACA JUGA: Upah Minimum Provinsi 2023 Enam Provinsi di Pulau Jawa Resmi Ditetapkan, DKI Jakarta Paling Rendah

“Selain waktu istirahat dan cuti sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3), perusahaan tertentu dapat memberikan istirahat panjang yang diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama,” bunyi tersebut tertera pada Pasal 79 ayat 5 Perppu Cipta Kerja.

Perppu Cipta Kerja juga mengeluarkan aturan jam kerja bagi karyawan yang tertuang dalam Pasal 77 mengenai waktu kerja yaitu 7 jam atau 8 jam sehari. bunyi pasalnya adalah

“Setiap pengusaha wajib melaksanakan ketentuan waktu kerja. Waktu kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

(a) tujuh jam satu hari dan 40 jam satu minggu untuk 6 hari kerja dalam satu minggu, atau (b) delapan jam satu hari dan 40 jam satu minggu untuk 5 hari kerja dalam satu minggu,” bunyi Pasal 77 ayat (2).”

No data was found
No data was found