/
/
Perselingkuhan Buruh di Lokasi Kerja Ditengarai Suasana Rumah Tidak Harmonis

Perselingkuhan Buruh di Lokasi Kerja Ditengarai Suasana Rumah Tidak Harmonis

Ilustrasi buruh pabrik. Credit: Istimewa

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Perselingkuhan kerap menjadi momok menakutkan bagi para pasangan, baik itu masih berpacaran atau yang sudah menikah. 

Kebanyakan orang masih mengira tindakan selingkuh sering dilakukan oleh laki-laki. Namun sejauh ini tidak ada pernyataan mendasaran terkait gender mana yang paling banyak melakukan selingkuh

Namun berdasarkan situs IllicitEncounters.com menerangkan buruh yang sering lembur memiliki resiko paling tinggi terlibat perselingkuhan. 

“Bekerja lebih lama dengan tidak diberi upah lebih bisa membuat orang memilih keputusan buruk,” ujar Juru Bicara IllicitEncounters.com, Mike Taylor dilansir dari Daily Mail, Selasa (17/01/2023). 

BACA JUGA: Penyidik Kejari Kabupaten Sukabumi Geledah Dua Kantor Pemda, 24 Perusahaan Terlibat SPK Fiktif

Akibat waktu bersama keluarga di rumah kurang sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan baik berdampak pasangan merasa kurangnya perhatian. 

“Ini sangat beresiko pasangan mencari perhatian sehingga jatuh ke pelukan teman kerja yang sering memberikan perhatian,” ucapnya. 

Faktor tersebut didukung fisik yang lelah dan nasib sama harus bekerja lembur membuatnya tidak menyadari saling merasa nyaman. 

“Tercatat sekitar 54 persen pekerja mengiyakan berselingkuh dengan seseorang yang berkaitan dengan pekerjaan,” katanya.

Contoh kasus yang dialami salah satu buruh perempuan perusahaan garment berlokasi di Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi berinisial AR (22 tahun).

BACA JUGA: Dua Daerah Jabar Keracunan Ciki Ngebul, Dinkes Kabupaten Sukabumi Perintahkan Puskesmas Pantau Peredarannya

Ia harus menghabiskan waktu bekerja sekitar 45 jam dalam seminggu. Membuatnya kesulitan untuk mengharmoniskan komunikasi dengan suaminya, lantaran setiap pulang kerja ia selalu merasa lelah dan langsung beristirahat. 

Kebiasaan seperti ini membuat suami mulai curiga kepadanya. Setiap kali pulang bekerja dengan kondisi badan yang tidak memungkinkan untuk berdebat, ia selalu diberikan pertanyaan-pertanyaan sensitif yang lama-kelamaan berubah menjadi adu mulut. Akibatnya, AR mencari kesenangannya dengan orang lain ialah rekan kerjanya.

Dari masalah tersebut kita bisa mengetahui seberapa penting waktu bersama keluarga. Ketika salah satu dari pasang itu kelelahan sepulang bekerja, layani dia dengan memberikan makan atau sekedar memeluknya. 

Syahrul

Redaktur

Syahrul

Redaktur