/
/
Ricuh dan Kampung jadi Musuh Panitia Konser Musik

Ricuh dan Kampung jadi Musuh Panitia Konser Musik

Ilustrasi Kericuhan penonton di sebuah konser musik. Credit: NME

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Siapa sih yang nggak pernah menonton sebuah konser musik, apalagi line up yang disajikan oleh penyelenggara adalah musisi atau grup band favorit kalian.

Saat pertunjukan berlangsung terkadang malah menjadi antiklimaks. Konser yang tadinya berjalan dengan lancar dan aman, malah berakhir dengan ricuh. Membuat aparat keamanan yang berjaga-jaga harus turun tangan untuk meredakan kerusuhan, dan sesekali mencomot penonton yang diduga provokator.

Biasanya kericuhan terjadi karena ulah penonton itu sendiri, mulai dari terjadi perkelahian sesama penonton karena saling senggol atau penonton tanpa tiket yang memaksa masuk.

Kerusuhan itu bisa terjadi pada genre apa saja, baik itu metal, rock, pop, dan apalagi yang anehnya terjadi juga pada genre melayu yang seharus tidak mungkin karena ritme musik yang dimainkan terbilang nyantai.

Seharusnya sebelum datang ke event atau gigs sudah mempersiapkan segala hal yang akan dialami nanti. Kaya misalnya kalau moshing, kepalan tangan kena muka atau malah kaki yang kena muka itu hal lumrah. Nggak suka kena two step, mending gak usah ikut membaur ke area moshpit.

Inget yang bikin semua perhelatan musik dengan mengundang guest star itu ga gampang, banyak waktu yang mereka luangkan agar helatan musik berjalan lancar. Jadi kalian yang mau datang dan ikut moshing di konser lebih menyiapkan diri, jangan sampai jadi bahan sorakan kampungan karena kerusuhan dipicu tidak terima tersenggol.

Dwiki

Redaktur

Dwiki

Redaktur