/
/
Riset: Rehat Sejenak dari Dunia Media Sosial, Sama dengan Healing

Riset: Rehat Sejenak dari Dunia Media Sosial, Sama dengan Healing

Riset- Rehat Sejenak dari Dunia Media Sosial, Sama dengan Healing
Aplikasi Media Sosial yang sering dimainkan. Credit: Istimewa

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Riset psikologi teranyar menemukan bahwa rehat dari dunia media sosial dengan waktu 1 minggu, teruji meningkatkan kebahagiaan. Tidak hanya itu, beristirahat sejenak akan menurunkan depresi dan kecemasan.

Dikutip dari penelitian yang dirilis dari jurnal Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking, per 10 Mei 2022 lalu telah melakukan uji coba acak terkontrol (randomized controlled trial) terhadap 154 orang partisipan, dengan umur rata-rata 29,6 tahun.

Subjek (partisipan) dalam uji coba tersebut dibagi menjadi dua kelompok. Untuk yang Kelompok pertama semua peserta diminta untuk berhenti menggunakan media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter dan TikTok selama 1 minggu penuh.

BACA JUGA: Tarif KRL Bakal Naik Awal Tahun Depan 2023

Kemudian, Kelompok kedua akan dijadikan sebagai kelompok kontrol, peserta di kelompok ini tidak akan diminta untuk berhenti menggunakan media sosial. Sebelum eksperimen ini dimulai ada borang (alat untuk mengumpulkan dan mengungkapkan data dan informasi) penilaian parameter psikologi, yang harus diisi oleh semua partisipan.

bahagia
Ilustrasi bahagia setelah rehat sejenak dari media sosial. Credit: Istimewa

Setelah satu minggu, tim peneliti akan mengirimkan lagi borang survei yang harus diisi oleh semua peserta baik kelompok satu maupun dua. Dari survei ini, tim peneliti akan menilai beberapa parameter psikologis dari partisipan, antara lain kebahagiaan (well-being), depresi, dan kecemasan.

Hasil dari borang survei tersebut, menunjukan adanya peningkatan kebahagiaan, penurunan depresi dan penurunan kecemasan dari kelompok satu yaitu kelompok yang berhenti menggunakan media sosial selama seminggu. Untuk kelompok dua adanya peningkatan kecemasan dan depresi.

BACA JUGA: Akun Twitter Bagikan Kisah Pilu Temannya Meninggal Saat Kerja Pulang Pergi Jakarta-Sukabumi

Dalam makalah penelitian Jaffrey Lambert dkk, studi tersebut menemukan bahwa uji coba ini menambah bukti kausal yang berkembang, ternyata istirahat pendek dari dunia media sosial dapat berdampak positif pada kebahagiaan dan penurunan depresi dan kecemasan.

Ilustrasi cemas dan depsresi akibat kebanyak bermain media sosial. Credit: Istimewa

Penelitian sejenis ini bukanlah penelitian pertama yang mengungkap korelasi positif antara istirahat media sosial dengan kesehatan mental. Morten Tromholt pada 2016 meneliti dengan skema yang sama. Dan hasilnya, well-being meningkat dari setiap individu dari kelompok yang beristirahat Facebook selama seminggu.

Kesimpulan dari uji coba ini memiliki efek positif pada dua dimensi kesejahteraan yakni, kepuasan hidup kita meningkat dan emosi menjadi lebih positif. 

Penting untuk anak muda sekarang untuk mencoba beristirahat dari media sosial sejenak, karena ini tidak semahal healing ke Bali.

Dwiki

Redaktur

Dwiki

Redaktur