/
/
Selama 2 Bulan Kebelakang Kecelakaan di Jalur KA Terjadi Sebanyak 159 Kali

Selama 2 Bulan Kebelakang Kecelakaan di Jalur KA Terjadi Sebanyak 159 Kali

jalur ka
Humas PT KAI saat dorrstop dengan wartawan. Credit: Istimewa.

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Kecelakaan di sekitar jalur KA kerap kali terjadi karena melanggar aturan dan tata tertib. Masyarakat rela beraktivitas di sekitar jalur tersebut walaupun memiliki resiko tinggi hingga bisa mengancam nyawa. 

Tepatnya di Km 22+0/1 antara Stasiun Cigombong-Stasiun Cicurug pada hari Rabu tanggal 1 Februari 2023 kemarin telah terjadi kecelakaan di jalur ka yang mengakibatkan seorang warga meninggal. 

PT KAI Daop 1 Jakarta telah mencatat, sejak Januari hingga Desember 2022 telah terjadi temperan dengan orang atau pejalan kaki sebanyak 144 kali. Kemudian selama Januari 2023 telah terjadi temperan sebanyak 15 kali, baik itu di petak jalan maupun di perlintasan sebidang KA. 

BACA JUGA: Generasi Z Berani Menikah di KUA, Sifat Gengsi Mulai Ditinggalkan

Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa, mengajak seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati saat akan melintas di perlintasan sebidang KA dan selalu menaati rambu-rambu yang ada. 

“Jalur KA bukanlah jalan umum, jadi tidak dibenarkan apabila warga masyarakat melakukan aktivitas sehari-hari di sekitar jalur KA karena sangat beresiko terhadap keselamatan dan keamanan,” ujarnya.

Hal itu tercatat pada  Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007  tepatnya pada Pasal 124 tentang perkeretaapian. Aturan tersebut menerangkan bahwa pengguna jalan diharuskan mendahulukan kereta api melewat

BACA JUGA: Tertabrak Kereta Api Pangrango di Cigombong, Bogor Kaki Bagian Kanan Korban Hilang

Adapun dalam UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan  tercantum pada Pasal 114 dengan nada bahwa pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi.

Saat ini PT KAI tengah gencar melakukan komunikasi atau koordinasi bersama DJKA dan juga pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan upaya faktor keselamatan dengan cara menutup perlintasan sebidang. .  

“Pemda sudah mulai bergerak dengan membangun fasilitas flyover dan underpass untuk meminimalisir,” katanya.

 

Ardi

Reporter

Syahrul

Redaktur

Ardi

Reporter

Syahrul

Redaktur