/
/
Selepas di Indonesia, India Akan Menjabat Presidensi KTT G20 Tahun 2023

Selepas di Indonesia, India Akan Menjabat Presidensi KTT G20 Tahun 2023

Selepas di Indonesia India Akan Menjabat Presidensi KTT G20 Tahun 2023
Logo Presidensi KTT G20 India. Credit: Istimewa

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

KTT G20 di Bali akan ditutup pada hari ini, Rabu 16 November 2022. Sejak 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022, Negara Indonesia telah mendapatkan jabatan Presidensi G20. Lalu siapa tuan rumah G20 selanjutnya setelah Indonesia? 

G20 atau Group of Twenty, merupakan forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan satu lembaga Uni Eropa yang membahas tentang ekonomi internasional. Dibentuknya G20 bertujuan untuk mewujudkan pertumbuhan global yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif.

Dilansir dari laman Bank Indonesia, forum G20 ini merepresentasikan lebih dari 60 persen populasi bumi, 75 persen perdagangan global, dan 80 persen PDB dunia. 

BACA JUGA: Ada Indonesia, Apa itu G20? Sejarah, dan Profil Anggotanya

Anggota yang sudah tergabung dalam G20 adalah gabungan antara negara-negara maju dan berkembang yang memiliki tingkat pendapatan kelas menengah hingga tinggi. Terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brazil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.

Presidensi G20 untuk tahun 2023

mengutip dari indiatoday.in, India akan menjadi Presidensi dan tuan rumah G20 mulai 1 Desember 2022 mendatang untuk periode satu tahun. Perdana Menteri India, Narendra Modi bahkan pada 8 November 2022, sudah meluncurkan logo, tema, dan situs web untuk KTT G20 tahun 2023. Disinyalir KTT G20 New Dehli 2023 mendatang akan menjadi pertemuan internasional paling terkenal yang pernah diselenggarakan oleh India. 

KTT G20 Bali
Presiden Joko Widodo (tengah), Perdana Menteri India Narendra Damodardas Modi (kiri) dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni (kanan) menghadiri acara pembukaan KTT G20 Indonesia 2022 di Nusa Dua, Bali, Selasa 15 November 2022. Credit: MEDIA CENTER G20 INDONESIA/Prasetyo Utomo

Sumber pemerintah mengatakan bahwa dalam meningkatkan persiapannya, India akan menyelenggarakan lebih dari 200 event yang tersebar di kota-kota besar sebagai bagian dari KTT tersebut, termasuk Delhi, Chennai, Kolkata, Mumbai, dll. 

BACA JUGA: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Siap Beroperasi 2023, Berapa Harga Tiketnya?

Daftar undangan KTT G20 akan mencakup 20 anggota tetap G20, dan undangan lainnya sekitar 10 hingga 12 badan dan organisasi dunia. Termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Internasional Monetary Fund (IMF), Organisasi Perdagangan Dunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan lain-lain.

Tema yang diusung Presidensi G20 India selaras dengan kebijakan PM Narendra Modi, yaitu “Vasudhaiva Kutumbakam” yang berarti “Satu Bumi-Satu Keluarga-Satu Masa Depan”. Hal ini akan menjadi kesempatan geopolitik untuk menunjukkan peran utama India dalam urusan global. Dalam kesempatan ini juga India akan peran dalam kekuatan ekonomi yang futuristik, cerdas teknologi, dan andal kepada dunia, memperkuat status Perdana Menteri Narendra Modi sebagai negarawan global. 

Mengingat lanskap geopolitik yang bergejolak belakangan ini seperti perang Ukraina dan Rusia, akan dibahas. Tidak hanya itu, ketahanan energi dan pangan, inflasi, suku bunga, pengetatan moneter dan fiskal, jatuhnya pasar keuangan hingga stagnasi ekonomi dan kekhawatiran resesi, akan menjadi pembicaraan penting para petinggi dunia di KTT G20 2023. Agenda dan suasana kepentingan KTT G20 pada 2023 mendatang, akan bergantung pada KTT G20 yang diselenggarakan di Bali.

Dwiki

Redaktur

Dwiki

Redaktur