/
/
Sempat Cerita Pemerintah Kota Sukabumi Tidak Memperhatikan: Tapi Saya Besar di Komunitas Skate Disana

Sempat Cerita Pemerintah Kota Sukabumi Tidak Memperhatikan: Tapi Saya Besar di Komunitas Skate Disana

Ketua Koni Kabupaten Sukabumi (kiri) Wanda Septiadi Wijaya (kanan). Credit: istimewa

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Wanda Septiadi Wijaya seorang atlet Skateboard asal Kabupaten Sukabumi yang sudah melalang buana dalam kejuaraan di tingkat nasional maupun internasional terancam tidak bisa mengikuti ajang kejuaran Porprov Jabar 2022. 

Pasalnya ia menolak mewakili Kabupaten Sukabumi dalam ajang tersebut dan memilih Kota Sukabumi. Namun hal itu terbentur aturan perlombaan yang diselenggarakan tingkat provinsi karena harus mewakili daerahnya sesuai domisili. 

Saat ini nama Wanda sudah masuk dan disahkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)  Jawa Barat  mewakili Kabupaten Sukabumi dalam ajang tersebut. 

“Wanda pernah nemuin Ketua KONI kabupaten, dan wanda dateng ke gedung KONI kabupaten, dan bahas tentang Porprov 2022 sekarang. Wanda bahas tentang Kota Sukabumi kurang support atau kurang perhatian ke atlit-atlitnya, cuman skrg skrg karena porprov atlit atlit malah pada dibutuhin,” ujarnya kepada segmedia.id Jumat (11/11/2022).

Wanda menuturkan, obrolan tersebut hanya sebatas menceritakan keluh-kesahnya selama berkiprah di Kota Sukabumi. 

“Wanda belum memutuskan, wanda mau kemana untuk Porprov, tiba-tiba kabupaten naikin Wanda ke media Facebook karena Wanda photo bareng dengan Ketua KONI kabupaten, dan caption mereka, kalau Wanda itu sudah memutuskan kalo Wanda ke kabupaten padahal belum,” katanya. 

BACA JUGA: Wanda Pada Pendirian, Ketua DPRD: Kalau KONI Cekatan Mungkin Dia Mau Bela

Selama berbincang dalam pertemuan tersebut Wanda mengaku sama sekali tidak memberikan surat-surat biodata untuk mengikuti perlombaan tersebut. 

“Data pun belum ada yang Wanda kasih ke kabupaten, tanda tangan apapun belum pernah ada dan belum pernah dilakukan,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua KONI Kabupaten Sukabumi, Sirojudin menerangkan bahwa setiap atlet yang ingin mengikuti Porprov harus mewakili daerahnya sesuai domisili.  

“Jadi olahraga itu ada aturannya seperti, seorang atlet harus mewakili daerahnya sesuai domisili. Walaupun latihannya luar wilayah seperti di Bandung atau Bogor, namun jika ingin mengikuti kejuaraan ini harus mengikuti daerahnya sesuai domisili yang terdaftar di kependudukan,” terangnya. 

Dalam hal ini, Sirojudin sudah mencoba untuk berkomunikasi dengan Wanda namun tidak ada jawaban. Ia juga tidak bisa terus-menerus melakukan hal tersebut, karena Wanda sendiri yang tahu masa depannya seperti apa. 

“Kita harus komunikasi, karena di situ kita harus menyediakan semua keperluan kontingen seperti baju, uang transportasi dan lain-lain. kalau saya koni ya, berjalan proporsional seperti KONI saja. Dia tidak sadar mereka yang memberi tahu itu tidak benar dan sudah menyimpang. Dia itu tidak mengerti tapi lebih parahnya lagi dia bergabung dan mendengar orang yang lebih tidak mengerti lagi,” ucapnya. 

BACA JUGA: Wanda Tolak Wakili Kabupaten Sukabumi Pada Porprov Jabar 2022

Beberapa waktu lalu Wanda bersama keluarganya berbincang besama Sirojudin terkait kejuaraan tersebut dan meminta perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi  atas prestasi yang sudah ia capai selama ini. 

“Sukabumi belum pernah punya nomor skateboard, namun ketika orang tua Wanda datang dengan mempresentasikan prestasi-prestasi Wanda tetapi tidak ada perhatian dari pemerintah, karena dari pengcabnya belum ada. Karena tidak ada yang melapor kita belum tahu, setelah tahu kita buka buat pengcab tersebut dan memberikan uang pembinaan untuk wanda,” ungkapnya. 

Berbekal potensi yang Wanda miliki, Sirojudin menyampaikan pada Pemerintah Provinsi untuk membuka pengcab Skateboard. Setelah mendapatkan informasi lebih terkait Wanda ia memberikan uang pembinaan padanya sebagai tanda resmi menjadi atlet Kabupaten Sukabumi.

“Sekarang ada Porprov, kita sudah memberikan uang pembinaan karena Wanda sudah jadi atlet Kabupaten Sukabumi. Saya komunikasi dengan Koni jabar pengen dibuka, di Percasi ini belum ada nomornya karena tidak ada yang mengajukan, saya mengajukan kepada Pemprov karena Kabupaten Sukabumi punya atlet Skateboard tingkat Asia untuk membuka nomor skate ini dan diacc,” katnaya. 

Namun setelah hampir semuanya selesai, tiba-tiba Wanda membatalkan ikut Porprov bersama Kabupaten Sukabumi hal itu berdasarkan Wanda besar di skena skate yang berada di Kota Sukabumi.

“Saya sudah berikan akomodasi, di Kota Sukabumi tidak ada perhatian seperti Kabupaten Sukabumi Rp 3,5 juta per bulan kepada wanda. Saya merasa kasihan wanda tidak bisa main kalau tidak mewakili daerah sesuai domisilinya,” tandasnya.

 

Ardi

Reporter

Syahrul

Redaktur

Ardi

Reporter

Syahrul

Redaktur