/
/
Teater Romansa Berjudul “Tineung” Karya Achmad Dayari Sukses Dipertontonkan, Puluhan Pentonton Tepuk Tangan

Teater Romansa Berjudul “Tineung” Karya Achmad Dayari Sukses Dipertontonkan, Puluhan Pentonton Tepuk Tangan

Yanuar Abdul Jabar saat memerankan warga di pertunjukan Tineung. Credit: Istimewa

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

“Tineung” karya pertunjukan teater besutan sutradara Achmad Dayari sukses dipertontonkan.

Atraksi serta akting yang dipamerkan para pelaku seni dari Teater Pabrik dalam pertunjukan “Tineung” mampu menghipnotis hadirin pada acara yang digelar di Rumah Mesra, Kota Sukabumi. 

Penyajian teater dari kelompok seni asal Cicurug, Kabupaten Sukabumi terasa sangat cocok dengan cuaca malam itu yang sedikit berair.

Pagelaran dibuka oleh penampilan dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMI) melantunkan lagu milik band legendaris Godbless berjudul Panggung Sandiwara. 

Dilihat dari jajaran bangku penonton para panitia hilir-mudik mempersiapkan pertunjukan di sela-sela penampilan mahasiswa tersebut. Setelah penampilan mahasiswa itu usai, seorang perempuan cantik bernama Anna Nur Aulia memasuki ruang penampilan. 

BACA JUGA: Pengelolaan Sampah di Cimenteng Sukabumi Terbengkalai Akibat Alat Berat 3 Hari Mati

Ia memerankan seorang gadis soleh, sering mengaji, patuh pada perintah orang tua yang bernama Anah. Anah mengaji di salah satu tempat tak jauh dari rumahnya, dimana di tempat tersebut ia dipertemukan dengan seorang lelaki yang mampu meluluhkan haitnya. 

Anah dengan pria bernama Muhlis diperankan oleh M. Faizal Hikmatiar diceritakan seringkali berpapasan bahkan bertatap muka di tempat tersebut, namun ia tak berani mengungkapkannya karena berpacaran adalah hal tabu pada saat itu. 

Seiring waktu, mereka memutuskan untuk berpacaran karena  tak mampu menahan gejolak perasaannya.   

Kisah ini berlatar waktu pada tahun 60an saat masa transisi pemerintahan yang masih gencar berlangsung di setiap daerah. Mereka terdidik menjadi santri tulen dan memutuskan menikah serta hijrah ke tempat Muhlis berasal.

Di sana Anah dan Muhlis hidup bahagia dengan keadaan rumah yang sederhana. Mereka bertekad memberi pemahaman Islam pada warga di sana. 

Waktu berjalan dua tahun kemudian. Anah mengalami beberapa perubahan pada tubuhnya, mengetahui hal itu Muhlis pun sumringah bahagia, Anah mengandung anak pertama mereka. 

Namun di suatu malam suasana berubah mencekam, lampu par led berwarna merah menghiasi ruang pertunjukan. Gerombolan datang dan memberangus tempat Anah dan Muhlis tinggal. Semua bangunan porak-porandak hangus dibakar gerombolan tersebut.   

Datang seorang warga yang diperankan oleh Yanuar Abdul Jabar. Dia mengabarkan bahwa gerombolan tersebut berasal dari gunung yang berada di belakang pemukiman mereka. Ia mengajak pada warga lain untuk ikut bergabung membalas apa yang sudah dilakukan gerombolan itu pada desanya.

BACA JUGA: Pertunjukan Teater Karya Achmad Dayari Berjudul “Tineung” Segera Dipamerkan, Ini Jadwalnya

Mendengar seruan itu, semangat juang Muhlis pun terbakar, ia ingin membalas dan menghancurkan gerombolan itu. Ia meminta izin Anah untuk merapat ke barisan ikut berjuang bersama pemuda lainnya. Alhasil, dengan berat hati Anah mengizinkan.

Muhlis bersiap baris-berbaris berangkat menuju gunung dimana gerombolan itu berada. Dengan obor ditangannya, Muhlis yakin dengan apa yang ia pilih walaupun meninggalkan seorang istri yang tengah mengandung. 

Sehari setelah keberangkatan Muhlis, Anah mulai gelisah. Berjalan mengitari  rumahnya sambil sesekali melihat ke arah jendela menunggu Muhlis kembali pulang. Tak lama kemudian. Seorang warga mengabarkan bahwa Muhlis gugur tertembak. Mendengar hal itu,  sontak ana pun menangis menjerit menyesalkan kepergian prianya.

Penonton memberikan tepuk tangan merayakan indahnya pertunjukan yang dipertontonkan pada gelaran itu. Para pemeran sangat maksimal dan mendalami setiap bagian pada penggalan cerita yang diberikan oleh sutradara.

Ardi

Reporter

Syahrul

Redaktur

Ardi

Reporter

Syahrul

Redaktur