/
/
Tidak Lagi Menarik, Nama “Asep” Mulai Ditinggalkan

Tidak Lagi Menarik, Nama “Asep” Mulai Ditinggalkan

Tidak Lagi Menarik Nama Asep Mulai Ditinggalkan
Asep Ruslan Presiden Paguyuban Asep Dunia (PAD). Credit: Istimewa

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Pemberian nama Asep sepertinya mulai ditinggalkan khususnya di Tanah Sunda.

Para orang tua tidak tertarik lagi untuk memberikan nama Asep saat memiliki anak. Hal tersebut terlihat dari jarangnya nama anak saat ini yang menyandang nama Asep. 

Melihat perkembangan saat ini Presiden Paguyuban Asep Dunia (PAD), Asep Ruslan muncul kekhawatiran jika nama Asep dan nama khas Sunda lainnya bakal punah. Ia juga mengklaim bahwa nama Asep, Ujang, Euis dan lainnya merupakan khas Sunda dan juga warisan budaya.

“Nama Asep sendiri merupakan warisan budaya Indonesia, terlebih khususnya bagi orang Sunda. Jika ini (nama Asep warisan budaya) tidak dijaga akan terlupakan, kemudian (bakal) hilang. Hal itulah yang menjadi kekhawatiran kami (Paguyuban Asep Dunia),” ujar Asep Ruslan dikutip dari detikJabar, Senin (5/12/2022).

BACA JUGA: Pemerintah Hindia Belanda Membentuk Cicurug Dipaksa oleh Hasil Perkebunan

Saat ini khususnya masyarakat Jawa Barat mulai jarang memberikan nama anak-anaknya dengan nama khas Sunda, hal ini diakui oleh Asep Ruslan. Melihat dengan keadaan tersebut, salah satu tujuan Paguyuban Asep Dunia hadir untuk  melestarikan nama Asep dan nama Sunda lain.

“Fenomena yang terjadi, seperti nama asep itu kampungan jadi kurang berbobot. Dan untuk orang Sunda yang mempunyai anak, sudah jarang yang menggunakan nama khas Sunda ya, kaya Asep, Ujang kemudian Cecep. Kalo untuk perempuan ada Euis, jadi banyak yang hilang,” kata Asep Ruslan.

“Padahal nama Asep menjadi tokoh bangsa saat ini, ada Brigjen Asep Edi Suheri sebagai Wakil Kepala Bareskrim (Wakabareskrim) Mabes Polri, terus Asep Mulyana yang menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat,” ujar Asep.

BACA JUGA: Cerita Biara Zaman Hindia Belanda di Cicurug Dijadikan Proyek Ayam

“Makanya dibentuknya Paguyuban Asep Dunia, salah satunya itu untuk menjaga warisan budaya khususnya Sunda dan melestarikan nama Sunda, khususnya nama Asep,” tambahnya.

Sebenarnya menurut Asep, nama tersebut tidak hanya digunakan oleh orang yang memiliki darah Sunda, ada juga orang Jawa Tengah hingga Medan yang punya nama Asep. Dia menemukan seperti di Purbalingga ada perempuan namanya Asep Purwani.

“Di Purbalingga ada perempuan namanya Asep Purwani orang Jateng. Di Medan juga ada bernama Asep Simanjuntak, ya tapi orang tuanya tertarik memberikan nama Asep. Dan semoga banyak orang yang bangga punya nama Asep,” tutupnya Asep Ruslan.

Dwiki

Redaktur

Dwiki

Redaktur