/
/
Tokoh Masyarakat Cicurug Kritik Gedung Kewedanaan Digunakan Untuk Tempat Pelayanan Pajak

Tokoh Masyarakat Cicurug Kritik Gedung Kewedanaan Digunakan Untuk Tempat Pelayanan Pajak

Tokoh Masyarakat Cicurug Kritik Gedung Kewedanaan Digunakan Untuk Tempat Pelayanan Pajak
Gedung Kewedanaan yang saat ini digunakan untuk pelayanan samsat keliling. Credit: istimewa

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Pernahkah melihat bangunan-bangunan tua di sekitar lingkungan tempat tinggal kalian? Bisa jadi bangunan-bangunan tersebut merupakan bangunan Cagar Budaya. Tetapi tidak semua bangunan tua bisa menyandang status ini.

Di Cicurug sendiri terdapat sebuah bangunan tua yakni, gedung Kewedanaan yang berada di kawasan kantor Kecamatan Cicurug. Gedung Kewedanaan sendiri adalah gedung wilayah administrasi kepemerintahan yang ada di bawah Kabupaten dan di atas distrik yang berlaku pada masa Hindia-Belanda.

Dalam hal ini, jika pemerintah serius untuk memprioritaskan bangunan tersebut, bisa saja gedung itu menyandang status sebagai cagar budaya. Bangunan dengan bentuk khas peninggalan Belanda tersebut sebenarnya sudah memiliki modal, seperti banyaknya peristiwa sejarah yang terjadi di tempat tersebut di masa lampau.

BACA JUGA: Tergerus Dampak Globalisasi, 643 Kios di Pasar Cicurug Sukabumi Tutup

Berdasarkan informasi yang dihimpun, gedung Kewedanaan itu hingga saat ini tidak dijadikan cagar budaya. Bahkan, pemerintah setempat menjadikan gedung tersebut sebagai tempat pelayanan Samsat Keliling.

“Gedung ini memiliki sejarah panjang, menjadi pemandangan yang tidak etis menjadikan gedung ini untuk pelayanan pembayaran pajak,” ujar JA Subagyo, salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Cicurug.

Subagyo menyayangkan ketika melihat gedung yang memiliki sejarah panjang dijadikan tempat pelayanan.

“Seharusnya pelayanan pajak memiliki tempat sendiri, namanya juga Samsat keliling kan sudah ada tempatnya, kenapa menggunakan gedung ini, sayang loh, gedung ini bisa rusak,” jelasnya.

BACA JUGA: Ternyata ini Dibalik Jembatan Bertulisan Riung Gunung di Puncak

Sementara itu AKP Bagus Yudo Setywan Kasat Lantas Polres Sukabumi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengaku jika dirinya tidak tahu menahu terkait penentuan tempat pembayaran pajak atau Samsat keliling.

“Untuk penentuan tempat pembayaran pajak atau Samsat keliling itu yang menentukan Kapus dari Bappeda Kabupaten Sukabumi, kami hanya meregistrasi saja,” singkatnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak segimedia.id masih berusaha untuk mengkonfirmasi hal tersebut kepada Bapenda Kabupaten Sukabumi.

Ardi

Reporter

Dwiki

Redaktur

Ardi

Reporter

Dwiki

Redaktur